alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Dugaan Mahasiswi Unram Dibunuh Menguat

MATARAM-Penyidik terus mengumpulkan bukti mengungkap penyebab kematian gadis berinisial LNS (inisial, Red). Sejauh ini, polisi belum mengungkap penyebab pasti kematian gadis yang baru diterima S2 Fakultas Hukum Unram.

”Kalau dari hasil pendalaman, mulai dari olah TKP, terus hasil visum rumah sakit sudah jelas. Kita menduga dibunuh. Tetapi, msih kita kembangkan,” kata Dirkrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata, Jumat  (7/8).

Saat ini, penyidik masih menunggu hasil otopsi dari dokter forensik. Langkah itu untuk mengetahui kepastian penyebab kematiannya. ”Saya belum bisa memberikan kesimpulan apapun sebelum ada hasil otopsinya,” jelasnya.

Sementara, penyidik masih menganggap LNS meninggal karena gantung diri. Karena, memang LNS ditemukan dalam posisi tergantung. “Itu (gantung diri) hanya dugaan awal saja. Semua masih didalami,” kata dia.

Hari mengaku sudah menerima laporan dari persatuan advokat Montani Para Liberi. Laporannya mengenai pasal 338 dan pasal 340 KUHP. ”Ya, laporannya mengenai dugaan pembunuhan,” terangnya.

Dalam laporannya itu, dijelaskan kejanggalan yang ditemukan pihak keluarga. Mereka menemukan bekas lebam di bagian bawah ketiak kiri dan kanan. Juga di bagian perut atau ulu hati.

Ditambah lagi ada luka cakar dibawah perut. Juga mengalami pendarahan saat jenazah LNS dimandikan. Terakhir, saat pihak keluarga menemukan bercak darah di kamar mandi rumah milik Rio atau tempat ditemukannya korban meninggal dalam kondisi tergantung. “Laporan itu sudah dianalisa. Makanya kita sandingkan dengan hasil temuan di lapangan  seperti apa,” ujarnya.

Laporan yang diterima itu sudah ditindaklanjuti. Tim melakukan gelar perkara bersama dengan tim penyidik dari Polsek Ampenan dan Polresta Mataram. ”Kalau gelar sudah kita lakukan. Tetapi, tidak bisa kita beberkan hasil gelarnya,” terangnya.

Diketahui, LNS ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung, Sabtu sore (25/7). Sekitar pukul 16.30 Wita.

Gadis yang baru diterima lulus di S2 Fakultas Hukum Universitas Mataram itu ditemukan di rumah pacarnya, Rio. Tepatnya,  di Perumahan Royal Mataram, kawasan Lingkar Selatan, Kota Mataram.

Jenazahnya pertama kali ditemukan rekannya, Titi. Dengan posisi tergantung seutas tali jemuran di ventilasi rumah. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks