alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Tiga Kali Penjara Tak Bikin Jera

MATARAM-Pelaku curanmor berinisial MA alias Muksin belum juga kapok. Pelaku yang sudah tiga kali masuk bui itu kembali mengulangi aksi pencuriannya.

Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam mengatakan, Muksin beraksi di Jalan Kecubung I Gang Matahari, Gomong, Mataram, pekan lalu. Dia mengambil sepeda motor berplat EA 5097 SN. ”Dia mengambil motor itu tanpa menggunakan kunci T atau kunci khusus lainnya,” kata Saiful, kemarin (7/10).

Dia mencuri saat melihat kunci sepeda motor masih bergelantungan di sepeda motor. Melihat korbannya lengah, Muksin langsung melarikan sepeda motor korban. ”Korban langsung melapor. Kmaia langsung melakukan tindakan hukum,” ujarnya.

Sepekan menganalisa, tim langsung bergerak. Hasil penyelidikan, mengarah pada Muksin.

Dugaan kepolisian terjawab. Itu setelah, pria berusia 41 tahun tersebut sedang mengendarai sepeda motor hasil curiannya di wilayah Cakranegara. ”Tim membuntutinya,” kata dia.

Pelaku berhenti pada salah satu rumah di Gang Rambutan Cakranegara. Rencananya, sepeda motor hasil pencuriannya akan digadai. ”Sebelum serah terima uang, tim langsung menangkapnya,” jelasnya.

Tim langsung mengamankan Muksin ke Mapolres Mataram untuk melakukan pemeriksaan. Dihadapan penyidik, Muksin mengaku dirinya yang mencuri. ”Dia (Muksin, Red) melakukannya sendiri,” terangnya.

Pelaku yang berprofesi sebagai pedagang itu mencuri karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Guna memenuhi kebutuhan keluarganya. ”Pelaku memiliki tiga orang anak,” ucapnya.

Sampai saat ini, polisi belum menemukan jaringan curanmor yang lain. Karena, pelaku tetap bersikukuh dan meyakinkan penyidik dia melakukannya sendiri.”Untuk sementara ini, dia melakukannya sendiri,” terangnya.

Akibat perbuatannya, Muksin terancam dikenakan pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman pidananya maksimal lima tahun penjara.

Pelaku Muksin mengaku, dia nekat mencuri untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Dia sudah enam kali melakukan aksi pencurian di wilayah hukum Polres Mataram. ”Satu kali diwilayah Kecamatan Ampenan, tiga kali di Mataram, dan dua kali di Cakranegara,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, dia mendekam selama tiga kali di dalam penjara. Pada 2010, 2013, dan 2017. ”Sekarang yang keempat,” pungkasya.  (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks