alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Bikin Video Virus Korona, Youtuber Sumbawa Diciduk Polisi

MATARAM-Enam terduga penyebar hoaks suspect virus korona di Sumbawa dibekuk. Mereka diduga  membuat konten video yang membuat masyarakat resah. ”Mereka sengaja membuat video itu untuk menaikkan rating videonya. Karena, virus korona itu masih menjadi isu hangat,” kata Plh Kasubdit V Cyber Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Yusuf Tuziri, Minggu (8/3).

Enam pelaku itu berinsial RH alias Kamang, AM alias Acit, IK, FMH, IS, dan GF. ”Rata-rata mereka ini mahasiswa, satu orang  honorer DLLAJ,” terangnya.

Mereka berbagi peran. RH sebagai kameramen dan editor, FMH sebagai asisten cameramen. Selanjutnyaa, ACIT sebagai Aktor yg baru pulang dari China, IK dan IS sdr. GF sebagai aktor korban. ”Mereka memerankan itu layaknya seperti halnya orang terkena suspect virus korona,” ujarnya.

Di konten Youtube-nya mengatakan ada suspect virus korona di Taman Mangga Kabupaten Sumbawa. Mereka membuat video prank tersebut pada awal Februari lalu. ”Setelah video tersebut dibuat lalu disebarkan ke Youtube,” bebernya.

Video yang berseliweran di Youtube yang menyatakan adanya kabar suspect virus korona itu membuat masyarakat Sumbawa resah. Sehingga, polisi mengambil tindakan terhadap mereka. “Kita langsung tangkap setelah kita mengetahui video itu beredar di media sosial,” kata Yusuf.

Dari hasil penggeledahan ditemukan beberapa barang bukti. Seperti, satu unit Kamera Panasonic, satu unit Mic Rode, dan satu buah tas gunung yg digunakan pada saat pembuatan video. ”Barang bukti masih diamankan,” kata dia.

Saat ini ditangani oleh Satreskrim Polres Sumbawa.  Di back up dan diasistensi oleh Subdit V siber Ditreskrimsus Polda NTB. ”Kita tunggu saja seperti apa penanganannya,” kata dia. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks