alexametrics
Kamis, 28 Mei 2020
Kamis, 28 Mei 2020

Korupsi Dana Bantuan Korona, Kejati NTB : Ancamannya Hukuman Mati

MATARAM-Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di NTB sudah merancang anggaran untuk penanganan pandemi virus korona atau Covid-19. Jaksa dan polisi bakal mengawal penggunaan anggaran tersebut.

”Kita sudah mendapatkan instruksi dari Kejagung untuk pengawasan anggaran penanganan pandemi Covid-19 di daerah,” kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan  saat ditemui di ruangannya, kemarin (8/4).

Surat dari Kejagung telah menginstruksikan kepada Kejati NTB untuk melakukan pengamanan pembangunan strategis dengan cara pro aktiff membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, dan pemangku kepentingan lainnya.

Langkah itu dilakukan untuk mengawal alokasi anggaran Pemda dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19. ”Tujuannya agar dapat dilaksanakan secara tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran,”  ujarnya.

Jika ditemukan indikasi penyimpangan dan atau penyalahgunaan alokasi anggaran dalam pelaksanaan program tersebut, penyelidik harus menindaklanjuti. Penanganannya harus diserahkan kepada bidang Pidsus setelah berkoordinasi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). ”Itu instruksi dari Kejagung untuk dilaksanakan di tingkat daerah,” kata dia.

Berdasarkan Pasal 2 ayat (3) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi menjadi dasar untuk menindak para pelaku yang mencari kesempatan di tengah wabah virus tersebut.

Setiap orang yang secara sengaja melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yang dalam waktu keadaan bahaya atau terjadi bencana nasional dapat dikenakan pemberatan pidana. ”Ancamannya berupa hukuman mati,” ujarnya.

Dedi mengaku, sejauh ini belum ada permintaan pendampingan dari Pemda untuk mendampingi penggunaan anggaran. Tetapi,  pihak jaksa bakal proaktif mengawasi penggunaannya. ”Kita sudah diperintahkan untuk aktif,” jelasnya.

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mengatakan, Polda NTB tetap bakal mengawal pengelolaan dan penggunaan anggaran penanganan Covid-19. Langkah itu dilakukan untuk menghindari adanya penyimpangan dalam penggunaannya. ”Kita kawal supaya anggaran itu dikelola maksimal dan efektif,” jelasnya.

Teknisnya nanti, mereka akan berkoordinasi dengan APIP dan  Kejaksaan. Mereka mengawal bersama penggunaan anggaran untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga miskin yang terdampak. ”Kita minta nanti setiap desa-desa itu memampang nama yang mendapatkan JPS. Agar lebih mudah diawasi,” kata dia.

Sebelum melakukan penindakan, Polda NTB lebih mengedepankan pencegahan. Karena, apabila mengedepankan penindakan penyaluran anggaran bisa terhambat dan tidak maksimal. ”Kalau masih ada kesalahan administrasi, tidak ada masalah. Tetapi, kalau memiliki niat jahat hingga menimbulkan kerugian negara pasti bakal kita tindak,” peringatnya.

Dari data yang dihimpun koran ini, pemerintah provinsi NTB mengalokasikan anggaran penangan Covid-19 sekitar Rp 25 miliar.  Meliptui pengadaan barang, jasa, operasional Satgas, dan pemberdayaan masyarakat. Apabila ada kondisi terburuk, Pemprov NTB bakal menyiapkan anggaran hingga Rp 160 miliar.

Di kabupaten/kota alokasi anggarannya berbeda. Kota Mataram Rp 45 miliar, Lombok Barat Rp 60 miliar, Lombok Utara mengusulkan Rp 60 miliar, Lombok Timur Rp 55 miliar, Lombok Tengah mengusulkan Rp 50 miliar, Kabupaten Sumbawa Barat Rp 50 miliar, Kabupaten Sumbawa Rp 3,7 miliar, Kabupaten Dompu Rp 2,4 miliar, Kota Bima Rp 820 juta, dan Kabupaten Bima Rp 800 juta. ”Semua pengajuan itu masih belum diputuskan. Masih dibahas,” tutupnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Diterjang Gelombang, Maskot “Sampan” Kota Tua Ampenan Tumbang

MATARAM-Miniatur perahu di Pantai Ampenan roboh diterjang gelombang. “Ini karena faktor alam,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman,...

Waspada Cuaca Buruk, Gelombang Pasang Terjang Pesisir Mataram

MATARAM—Cuaca buruk yang terjadi di selat Lombok membuat gelombang pasang menerjang pesisir barat mataram dari Mapak hingga Bintaro di utara, Rabu (27/5) kemarin. Air...

Rabu 27 Mei, Korona NTB Naik Lagi, Total Kasus Positif Jadi 562 Orang

MATARAM—Kasus positif korona di NTB terus menunjukkan  peningkatan. Sepekan terakhir setidaknya telah terjadi penambahan 169 kasus positif baru. Rabu (27/5) misalnya Tim Gugus Tugas...

Termasuk ke NTB, Lion Air Hentikan Penerbangan Domestik Hingga 31 Mei

JAKARTA--Lion Air, Wings Air, Batik Air yang tergabung dalam Lion Air Group memberikan pernyataan bahwa per hari ini, Rabu (27/5) akan menghentikan sementara layanan...

67 Tenaga Medis NTB Positif Tertular Korona, Kasus Covid 19 Naik Jadi 537 Orang

MATARAM—Jumlah tenaga medis di NTB yang tertular virus korona.  Mereka tersebar di enam rumah sakit dan satu puskesmas di NTB. “67 tenaga kesehatan kita yang...

Terdampak Korona, Menteri Pendidikan Pastikan Tak Ada Pemotongan Tunjangan Guru

JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim memastikan tidak ada pemotongan tunjangan guru, meski pagu anggaran pada tahun ini mengalami perubahan sebesar Rp...

Paling Sering Dibaca

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

Mulai 1 Juni, Masuk ke Malaysia Dikenai Biaya Karantina Rp 7 Juta

JAKARTA--Dampak pandemi Covid-19, Malaysia memberlakukan aturan ketat. Semua orang yang memasuki Malaysia harus menanggung biaya karantina wajib dan menandatangani surat setuju untuk membayar. Tentunya...

67 Tenaga Medis NTB Positif Tertular Korona, Kasus Covid 19 Naik Jadi 537 Orang

MATARAM—Jumlah tenaga medis di NTB yang tertular virus korona.  Mereka tersebar di enam rumah sakit dan satu puskesmas di NTB. “67 tenaga kesehatan kita yang...

74 Anak-anak di NTB Positif Korona, Sebagian Besar Tertular dari Keluarga Dekat

MATARAM—Jumlah anak-anak di NTB tertular Covid 19 terus meningkat. Minggu (24/5) Dikominfotik NTB mencatat 72 anak-anak tertular Covid 19. Rinciannya 24 balita dan 48...

Di Tingkat Banding, Mantan Kadispar Lombok Barat Dihukum Lebih Berat

MATARAM-Mantan Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat (Lobar) Ispan Junaidi  bakal tinggal lebih lama dipenjara. Hakim banding yang diketuai I Dewa Made Alit Darma dan hakim...