alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Foto Profil Cantik, Puluhan Pria di Mataram Tertipu Layanan Pijat Waria

MATARAM–Seorang Wanita Pria (Waria) berinisial R atau sebut saja namanya Bunga berhasil “menipu” puluhan pria. Dia memikat para korban melalui aplikasi media sosial MiChat. ”Untuk menipu pelaku memasang foto profil temannya berinisial RA di akun MiChat-nya,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, kemarin (8/6).

Menggunakan foto temannya dia menawarkan jasa pijat. Hingga memberikan pelayanan plus-plus. ”Dia mengirim pesan untuk jasa masas ke puluhan pria,” ujarnya.

Bunga menarik harga bervariasi. Dari Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. ”Kalau ada plus-nya katanya lebih mahal,” jelasnya.

RA mengetahui foto profilnya terpampang di aplikasi MiChat dari rekannya. Temannya tersebut juga di chat oleh pelaku. ”Menawarkan jasa masas (pijat, Red),” terangnya.

Karena merasa dirugikan, korban melaporkan tindakan Bunga ke kepolisian. Sehingga, tim melakukan penyelidikan. ”Kita melakukan tracking posisi pelaku,” jelasnya.

Diketahui, pelaku berada di kosnya. Jalan Pringgodani Nomor 4 Sapta Marga, Cakranegara Mataram. ”Kita tangkap pelaku di kosnya, Jumat (5/6),” terangnya.

Untuk mengelabuhi pelanggannya, Bunga mengenakan hijab. Secara sekilas, terlihat seperti wanita tulen.  ”Agar tidak diketahui waria, pelaku kerap mematikan lampu kamar saat memberikan layanan. Baik itu hanya masas saja atau plus-plusnya,” ujarnya.

Setelah lampu dinyalakan, para customernya kaget. Ternyata, Bunga adalah seorang waria. ”Banyak juga yang komplain ketika sudah dinyalakan lampu,” bebernya.

Dari keterangannya, Bunga sudah menggunakan foto profil temannya itu selama dua bulan. Total ada 40 pria yang sudah diladeninya ketika menggunakan foto profil temannya. ”Uang yang didapat sudah jutaan rupiah,” kata dia.

Dari tindakannya, Bunga dijerat pasal 45 ayat (3) juncto pasal 27 ayat  (3) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Ancaman hukumannya paling lama empat tahun penjara.

Bunga mengaku, dia terpaksa melakukan penipuan seperti itu untuk memancing para lelaki yang mau memakai jasany. Ketika dia menggunakan foto profilnya sendiri, yang order tak terlalu banyak. ”Sengaja saya pakai foto orang lain. Supaya banyak yang datang masas,” kata Bunga.

Dia melakukan tindakan itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena, dirinya sebagai tulang punggung keluarga. ”Selama dua bulan ini saya sudah mendapatkan 40 pelanggan. Uangnya Rp 10 jutaan sudah saya dapatkan,” terang Bunga.

Hasil tipuannya itu digunakan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. ”Uangnya untuk makan dan bayar kos,” ujarnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks