alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Penyelundupan Narkoba ke Lapas Mataram Terbongkar, Kurir, Tahanan dan Sipir Ditangkap

MATARAM-Tim Satnarkoba Polresta Mataram membongkar penyelundupan narkoba jenis sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram, Senin  (8/6). Sembilan orang termasuk satu sipir ditahan.

Tim bergerak mulai pukul 14.00 Wita. Mereka mengawasi orang yang lalu lalang  ke dalam Lapas. Dua jam menunggu, akhirnya tim mendapatkan hasil. ”Sekitar pukul 16.00 Wita kami menangkap para pengedar narkoba,” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto usai penangkapan.

Terungkapnya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas berawal dari laporan informan yang diterima polisi. Sehingga tim terus menyelidiki laporan tersebut. ”Kita sudah beberapa kali menyelidikinya,” kata dia.

Awalnya, tim mendapatkan dua pelaku berinsial S seorang tamping (tahanan pendamping) dan kurir berinisial A. Saat hendak ditangkap mereka melarikan diri. ”Tetapi, tim berhasil menangkapnya,” ujarnya.

Dari hasil penggeledahan, ditemukan sabu seberat Rp 6,80 gram. Narkoba jenis sabu itu dibungkus dalam kemasan rokok.

Tim langsung mengembangkan. Kedua pelaku itu diinterogasi. ”Ternyata barang itu didapatkan dari dalam Lapas,” jelasnya.

Barang itu didapatkan dari seorang narapidana (Napi) berinisial G. Tak ingin kecolongan, tim langsung mengembangkannya. ”Dari pengakuan G barang itu didapatkan dari Napi lain berinisial H,” jelasnya.

Di saat yang bersamaan, tim juga mengamankan seorang berinisial S. Dia ditangkap di area parkir Lapas. ”Dari tangan S kita amankan sebanyak 0,94 gram,” ujarnya.

Dari pengakuannya, S mengaku barang haram tersebut merupakan pesanan seseorang dari dalam Lapas. Yakni, seorang napi berinisial AZ. ”Rencananya barang dari S itu akan diberikan kepada AZ,” terangnya.

Sementara keterlibatan seorang sipir Lapas Mataram masih didalami. Apakah, terlibat dalam mengedarkan narkoba di dalam Lapas atau tidak. ”Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap sipir itu. Kita belum bisa mengatakan seorang sipir ini terlibat jaringan,” kata dia.

Apabila memang terbukti melindungi para jaringan narkoba di dalam Lapas, sipir itu akan diproses sesuai hukum yang berlaku. ”Tunggu saja hasil pemeriksaannya,” pintanya.

Dari informasi, ada chat melalui SMS antara sipir dengan para napi yang mengantarkan narkoba. ”Owhh yang itu masih kita dalami,” ujarnya.

Sejauh ini, tim masih melakukan pengembangan terhadap asal usul barang tersebut. ”Semua masih dalam pengembangan,” ungkapnya.

Kalapas Mataram Susanni mengatakan, dia tidak mengetahui persis proses penangkapan. ”Saya datangnya agak terlambat,” kata Susanni.

Intinya, semangat Lapas ingin membersihkan di dalam. ”Kita siap bekerjasama dengan pihak Direktorat Narkoba,” ujarnya.

Terkait dengan anggota sipir yang diamankan, Susanni tidak bisa berkomentar banyak. ”Saya belum tahu pasti. Yang pasti anggota sipir itu mengawal tamping yang membuang sampah,” jelasnya.

Jadi mungkin dia tidak mengetahui anggota yang ingin menangkapnya itu adalah anggota polisi. Karena itu merupakan tanggungjawabnya sehingga sipir sempat melakukan perlawanan. ”Maklum yang diambilnya itu adalah tamping,” terangnya.

”Intinya yang lebih jelasnya saya belum tahu,” tutupnya. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks