alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Terbukti Bobol ATM di Mataram, Warga Turki Diganjar 3,5 Tahun Penjara

MATARAM-Pria asal Turki Yunus Emre Senbayik menjalani sidang dengan agenda putusan, kemarin (8/6). Terdakwa yang terjerat kasus tindak pidana skimming atau pembobol ATM itu divonis 3,5 tahun penjara. ”Memutuskan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan. Dihukum pidana selama 3,5 tahun,” kata ketua majelis hakim Didiek Jatmiko saat membacakan putusan melalui sidang konferensi video, Senin (8/6).

Selain itu, Emre juga dibebankan membayar denda Rp 100 juta. Apabila tidak dibayarkan maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Didiek menyebutkan, Emre divonis berdasarkan pasal 46 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sedangkan hal-hal yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa merusak sistem perbankan, berpotensi merugikan orang lain, dan perbuatannya menguras uang nasabah.

Vonis yang diterima Emre sesuai dengan tuntutan jaksa. Sebelumnya, Emre juga dituntut 3,5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sementara itu, Deni Nur Indra selaku penasihat hukum Emre belum mengambil sikap. Apakah akan melayangkan banding atau tidak. ”Kita masih pikir-pikir dulu,” kata Deni.

Di persidangan, Emre telah mengakui bersalah. Dia hanya sebagai orang suruhan saja. ”Klien saya ini hanya diminta memasang kamera kecil di ATM oleh temannya. Dan dalam aksinya itu tidak ada menimbulkan kerugian pihak bank atau nasabah. Karena tidak ada bukti uang yang diambilnya,” ujarnya.

Yang ada hanya barang bukti berupa kamera kecil, router, kabel, laptop, dan kartu alfamart. Klienny itu  hanya diminta bekerja merakit kamera kecil oleh rekannya Benke Can. Lalu diminta dipasang di gerai ATM. ”Itu saja tugasnya,” ujarnya.

Dari fakta yang terungkap di persidangan, Emre hanya berkenalan dengan Benke Can melalui media sosial. Dia ditawarkan untuk bekerja di Indonesia. Khususnya, di Lombok.

Dia dijanjikan upah bekerja sebanyak 5.000 dolar atau setara Rp 75 juta sekali kerja. Dengan tawaran itu, Emre tergiur sehingga terbang ke Indonesia.

Tiket kepergiannya ditanggung sendiri. Sesampainya di Jakarta dia bertemu dengan Benke Can dan terbang ke Lombok.

Dari pengakuannya, Emre memiliki bos orang dari Rusia.  Dia tak mengenal namanya hanya bercakap melalui media sosial.

Selanjutnya, Emre diminta merakit kamera CCTV kecil untuk dipasang di atas tombol gerai ATM. Tujuannya untuk merekam PIN nasabah yang melakukan transaksi keuangan.

Emre juga diminta untuk memasang router sebagai alat perekam. Hasil rekaman tersebut disimpan di dalam laptop dan dikirim ke bosnya di Rusia melalui email.

Namun, upaya yang dilakukan Emre terlebih dahulu diketahui kepolsian. Sehingga, dia tertangkap tangan akan melakukan tindakan skimming di salah gerai ATM di depan Hotel Ratih, Cakranegara.  (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks