alexametrics
Minggu, 20 Juni 2021
Minggu, 20 Juni 2021

Kasus Pembunuhan di Karang Pule Mataram, Tedakwa Dendam pada Korban

MATARAM-Terdakwa kasus pembunuhan Ilham alias Hil dan Bahrain alias Totok menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Selasa (8/6/2021). Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) disebutkan modus mereka membunuh Hayatul Ulum.

JPU Moch. Taufik Ismail menyebutkan, Hil dan Totok memiliki dendam pada korban Hayatul Ulum. Dendam itu berawal ketika Hil dan Totok dilaporkan menjadi pengedar narkoba ke tokoh masyarakat dan tokoh agama di Sekarbela, Mataram, TGH Mujiburrahman. “Atas laporan itu, terdakwa Bahrain dipanggil tokoh agama Tuan Guru Haji Mujiburrahman untuk dinasihati,” kata JPU Taufik membacakan dakwaannya, kemarin.

Bukannya tobat, Bahrain malah menyimpan dendam pada Ulum. Lalu Bahrain mengajak Hil untuk menuntaskan dendamnya. “Bahrain mengajak Hil karena mengetahui Hil menyimpan dendam kepada korban karena sepeda motornya pernah digadai,” jelasnya.

Bahrain dan Hil pun mengatur siasat membunuh korban. Bahrain dan Hil mengendarai satu sepeda motor dengan cara berboncengan. Bahrain sebagai pengendara dan Hil berada di belakang.

Saat Ulum pulang dari tempat tongkrongan keduanya membuntuti. Tepatnya di depan Masjid Nurul A’la Jalan Sultan Kaharudin, Karang Pule, Sekarbela, Mataram, Bahrain menusuk korban. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.40 Wita Minggu, 29 November 2020. “Hil menusuk korban dengan menggunakan pisau berukuran 11,5 cm di bagian dada korban sebelah kiri,” jelas Taufiq.

Ulum lalu mengalami pendarahan. Teman korban berupaya menolong dengan membopong ke boncengan motor. Korban sempat berkata untuk tidak menghiraukan pelaku yang menusuknya dan meminta langsung membawanya ke UGD. “Ulum tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Hasil otopsi, penyebab korban meninggal adalah pendarahan berat karena luka tusuk sedalam 6 cm yang menembus tulang rusuk dinding dada kiri hingga menembus paru-paru sebelah kiri dan sebagian jantung kiri. Dari peristiwa itu, keduanya didakwa melanggar pasal 340 KUHP, pasal 338 KUHP, dan pasal 351 ayat juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Penasihat hukum terdakwa Usep Saifullah tidak terlalu menanggapi dakwaan jaksa. Usep tidak akan mengajukan nota keberatan atas dakwaan JPU. “Langsung aja nanti ke pemeriksaan,” kata Usep singkat. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks