alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Keberadaan Mandari Tak Diketahui, Polda NTB Kirim Surat Pencekalan

MATARAM-Penyidik Ditresnarkoba Polda NTB tidak mengetahui keberadaan NJD (inisial, Red) alias Mandari. Namun mereka sudah melayangkan panggilan secara patut terhadap tersangka bandar sabu kelas kakap tersebut untuk selanjutnya dilimpahkan bersama barang bukti (tahap dua) ke jaksa.

Berkas penyidikan tersangka Mandari sudah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa peneliti pada Kejaksaan Tinggi NTB. Sebelumnya, berkas penyidikan itu sempat beberapa kali dikembalikan jaksa kepada penyidik Ditresnarkoba Polda NTB. Bahkan, hingga masa penahanan tersangka habis, berkas itu tak kunjung P-21. Sehingga tersangka Mandari dilepas demi hukum.

Dirresnarkoba Polda NTB Kombespol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf mengatakan, pihaknya telah membuat surat pencekalan terhadap Mandari. Itu untuk mengantisipasi perempuan yang diketahui beralamat di Abian Tubuh, Mataram, tersebut kabur ke luar negeri. ”Surat pencekalannya sudah saya tanda tangani dan dikirim ke Imigrasi,” katanya.

Baca Juga :  Polda NTB Berhasil Tangkap Terduga Bandar Sabu di Pohgading Lotim

Bagaimana jika Mandari ternyata kabur? Helmi menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengejaran. “Ke mana pun dia pergi akan saya kejar. Saya sendiri yang akan mengejarnya,” tegasnya.

Mandari dikenal licin. Untuk mengungkap perannya, polisi terlebih dahulu menangkap anak buahnya berinisial RANA alias Agung. Dari tangan Agung ditemukan barang bukti sabu 1,9 gram dan uang Rp 16,9 juta.

Agung mengaku menerima barang haram itu dari GS alias Sandi. Polisi berhasil menangkap Sandi saat bersama Mandari dan beberapa orang anak buahnya sebuah hotel di Lombok Tengah. Dari pengakuan Sandi, barang yang diedarkan Agung itu berasal dari Mandari.

Menurut penyidik, Mandari bisa terseret dalam kasus tersebut diperkuat dengan hasil cellebrite (penyedotan data percakapan di ponsel meski sudah terhapus) WhatsApp group (WAG) bernama “Akatsuke Baru”. ”Dari pengungkapan itu, kami menerapkan pasal 132 (Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika) yang menyangkut pemufakatan jahat,” terang Helmi.

Baca Juga :  Terlibat Pencurian Tiga Pelajar asal Dasan Agung Ditangkap Polisi

Selain itu, dari penelusuran PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) ditemukan transaksi keuangan mencapai miliaran rupiah. Diduga transaksi tersebut merupakan pembelian narkoba. ”Kita sudah telusuri juga transaksinya dengan berkoordinasi dengan PPATK. Ada transaksi miliaran rupiah,” bebernya.

Helmi menegaskan, kasus Mandari harus dituntaskan. Pihaknya telah memetakan perannya dengan cukup matang. ”Kita upayakan segera melakukan tahap dua (pelimpahan barang bukti dan tersangka) ke jaksa penuntut umum,” pungkasnya. (tim)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/