alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Jaksa Teliti Berkas Penyelundupan Narkoba ke Lapas Mataram

MATARAM-Penyidik Satnarkoba Polresta Mataram baru menetapkan dua tersangka penyelundupan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram. Yakni, berinsial S dan A.

Tersangka S bertugas membawa narkoba dari luar ke dalam lapas. Sebaliknya, A yang mengambil barang dari dalam lapas. Berkas kedua tersangka sudah diserahkan ke jaksa. ”Berkasnya masih kita teliti,” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (8/7).

Pada kasus tersebut mereka dijerat pasal 114 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain itu, mereka juga dijerat pasal 132 ayat (1). ”Pada pasal itu (132 ayat 1) itu harus dibuktikan,” ujarnya.

Pada pasal itu, disebutkan unsur adanya pemufakatan jahat yang dilakukan kedua tersangka itu. Jika menyebutkan pemufakatan jahat berarti ada orang lain yang terlibat. ”Artinya perlu ada pengembangan untuk menetapkan tersangka lain,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pasal 132 ayat (1) itu tidak berdiri sendiri. Pelakunya minimal dua orang. ”Kalau memang ada bukti mengarah kesana, nanti kita berikan petunjuknya,” ujarnya.

Permufakatan jahat itu bisa dibuktikan melalui percakapan via hand phone. Apakah ada chat diantara mereka menjalankan bisnis narkoba bersama. “Kalau itu sudah ada bukti, pasti kita arahkan penyidik untuk menerapkan pasal 132,” ujarnya,” imgmri Saya tidak ingin ber

Yusuf menerangkan, jika sudah ada alat bukti kuat dan sesuai fakta yang ada, pasti jaringan narkoba yang lain bisa dijerat. ”Saya tidak ingin berandai-andai dalam penetapan hukum,” terangnya.

”Tunggu saja hasilnya. Kita masih melakukan  penelitian berkas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson mengatakan, dia masih menunggu petunjuk jaksa terkait dengan penanganan berkas tersangka penyelundupan narkoba ke dalam Lapas. ”Belum ada petunjuk. Baru dua berkas tersangka saja kita kirim,” kata Elyas.

Jika nanti petunjuk jaksa memberikan petunjuk mengenai pasal 132, pasti kita tetapkan tersangka lain. Paling tidak para narapidana yang memesan dan mengeluarkan sabu dari dalam dijadikan tersangka. ”Gampang kita tetapkan tersangka para napi itu. Karena, mereka tidak kemana-kemana. Kalau petunjuk jaksa untuk menerapkan pasal 132 itu kita tetapkan mereka sebagai tersangka,” jelasnya.

Saat ini, para napi yang turut diamankan pada saat operasi penangkapan itu sudah dikembalikan ke Lapas Mataram.  ”Tidak ditahan disini para napi,” ungkapnya.

Diketahui, tim Satnarkoba Polresta Mataram membongkar penyelundupan narkoba ke dalam dan keluar Lapas Mataram, Juni lalu. Awalnya tim meringkus dua pelaku berinsial A seorang tamping dan kurir berinisial AH di areal parkir Lapas Mataram. Dari hasil penggeledahan, ditemukan sabu seberat Rp 6,80 gram.

Dari hasil interogasi ternyata barang itu didapatkan dari dalam Lapas. Pemiliknya seorang Napi berinisial G. Dari pengakuan G barang itu didapatkan dari Napi lain berinisial H.

Di saat yang bersamaan, tim juga membekuk seorang berinisial S. Dia diamankan di area parkir Lapas. Dari tangan S kita amankan sebanyak 0,94 gram.

Dari pengakuannya, S mengaku barang haram tersebut merupakan pesanan seseorang dari dalam Lapas. Yakni, seorang napi berinisial AZ. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Satu Tenaga Kesehatan Positif Korona Sejumlah Ruang RSUD Bima Ditutup

Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di RSUD Bima ternyata sudah ada yang terpapar Covid-19.  Informasi yang berhasil dihimpun, ada sembilan yang terdiri dari Nakes dan pegawai RSUD Bima yang terpapar.

Positif Korona Tenaga Kesehatan di Kota Bima Merasa Ditelantarkan

KOTA BIMA-Tenaga kesehatan (Nakes) yang diisolasi di PKM Paruga beberapa waktu lalu merasa ditelentarkan. Para mengaku tidak mendapat pelayanan maksimal selama isolasi.

Tenaga Kesehatan Tolak Tracing Korona, Pemkot Bima Libatkan Aparat

Pemerintah Kota Bima akan melakukan upaya tracing paksa terhadap puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang telah dinyatakan positif covid-19 beberapa waktu lalu. TNI dan Polri pun akan dilibatkan, jika tetap menolak.

Arab Saudi Naikkan Pajak, Biaya Umrah Membengkak

JAKARTA–Ketika penyelenggaraan umrah nanti dibuka kembali oleh pemerintah Arab Saudi, harga paket yang dijual ke masyarakat berpotensi naik. Sebab, Saudi menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) hingga 100 persen alias dua kali lipat.

Birokrasi Online, Optimalisasi Pelayanan di Tengah Pandemi Covid-19

BIROKRASI berasal dari kata “bureau” yang berarti meja atau kantor; dan kata “kratia” (cratein) yang berarti pemerintah. Birokrasi berdasarkan definisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli adalah suatu sistem kontrol dalam organisasi yang dirancang berdasarkan aturan-aturan yang rasional dan sistematis, dan bertujuan untuk mengkoordinasi dan mengarahkan aktivitas-aktivitas kerja individu dalam rangka penyelesaian tugas-tugas administrasi berskala besar.

Longgarkan Aturan, Pemerintah Nekat Buka Sekolah di Zona Kuning

Pemerintah akhirnya mengambil keputusan nekat terkait pembukaan sekolah. Mulai kini, proses pembelajaran tatap muka tak hanya dibolehkan untuk sekolah di zona hijau tapi juga zona kuning. Ketentuan ini diatur dalam SKB empat menteri tentang kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang disesuikan.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks