alexametrics
Senin, 3 Oktober 2022
Senin, 3 Oktober 2022

Tersangka Korupsi Pemeliharaan Gedung Asrama Haji Ditahan Jaksa

MATARAM-Dyah Estu Kurniawati, tersangka kasus dugaan korupsi pemeliharaan gedung Asrama Haji Embarkasi Lombok ditahan Kejati NTB. Penahanan dilakukan setelah jaksa penyidik melimpahkan barang bukti dan tersangka ke jaksa penuntut umum (JPU), Senin (8/8).

”Ya, kita tahan,” kata Juru Bicara Kejati NTB Efrien Saputra.

Sebelum ditahan, direktur CV Kerta Agung itu menjalani tes swab di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB. Hasilnya, Dyah dinyatakan sehat dan bebas Covid-19.

”Kita titip penahanannya di Lapas Perempuan Mataram. Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan,” lanjut Efrien.

Jaksa melakukan penahanan terhadap tersangka berdasarkan Pasal 21 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Pertimbangannya tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya. ”Itu (Pasal 21 KUHAP) yang jadi pertimbangan kami melakukan penahanan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Patuhi Protokol, Pilkada di NTB Berpotensi Picu Penularan Korona

Perempuan bergelar doktor asal Malang, Jawa Timur (Jatim), itu terseret kasus pemeliharaan gedung bersama mantan Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok Abdurrazak. ”Saat ini tersangka lain sudah menjalani persidangan di pengadilan,” kata Efrien.

Wanita yang juga dosen di salah satu perguruan tinggi swasta tersebut dijerat pasal 2 dan atau pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kasus tersebut awalnya mulai diusut dari adanya temuan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Ditemukan adanya kelebihan pembayaran untuk rehabilitasi gedung. Di antaranya, gedung hotel Rp 373,1 juta; gedung Mina Rp 236 juta; gedung Sofa Rp 243 juta; gedung Arofah Rp 290,6 juta; dan gedung PIH Rp 28,6 juta, dan beberapa temuan lainnya. ”Berdasarkan hasil perhitungan, negara dirugikan mencapai Rp 2.290.333.200,” jelasnya.

Baca Juga :  KPA Diduga Tekan PPK untuk Membayar Proyek RSUD KLU

Efrien mengatakan, saat ini penyidik masih menyusun surat dakwaan untuk tersangka Dyah dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Mataram. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/