alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Beraksi di Gunungsari, Komplotan Rampok Tertangkap di Pringgarata

MATARAM-Anggota kawanan perampok berinisial S alias Det ditangkap Tim Puma Polresta Mataram, Minggu (6/9) lalu. ”Kita tangkap di rumahnya wilayah Pringgarata, Lombok Tengah,” kata Kadek Adi Budi Astawa, kemarin (8/9).

Det telah melakukan tindak pidana pencurian di salah satu rumah di wilayah Kekeri, Gunungsari Lombok Barat (Lobar). Dia melakukan tindakan itu bersama dua rekannya, berinisial HA dan BD. ”Saat beraksi mereka membagi tugas,” jelasnya.

HA dan dia (Det, Red) masuk ke dalam rumah dengan cara melompat tembok pagar rumah korban. Sedangkan BD menunggu di luar.

Setibanya di halaman rumah korban, pelaku tidak masuk melalui pintu utama. Mereka masuk melalui jendela. ”Jendela itu dicongkel menggunakan linggis” bebernya.

Sesampainya di dalam, mereka mencari barang berharga. Namun mereka hanya berhasil mengambil tas korban dan empat handphone. ”Korban ditaksir merugi hingga Rp 16 jutaan,” ungkapnya.

Setelah beraksi, mereka pulang. Di perjalanan gerak-gerik mereka diketahui polisi yang bertugas di Polres Lobar. ”Kebetulan anggota Polres Lobar waktu itu sedang patroli rutin,” ujarnya.

Tim patroli mengejar dan menghentikan mereka. BD dan Det yang berboncengan berhasil kabur.

Sedangkan, temannya, HA berhasil diringkus anggota yang menjalani patroli. ”Kita berkoordinasi dengan Polres Lobar. Dari keterangan HA itu kita mengidentifikasi rekan-rekannya,” ungkapnya.

Tim puma mengembangkan kasus tersebut. Setelah sebulan menyelidiki keberadaan Det, akhirnya tim Puma berhasil menangkapnya. ”Kami langsung melakukan penggeledahan,” jelasnya.

Dari hasil penggeledahan didapatkan tiga parang. Diduga, senjata tajam digunakan untuk mengancam korban saat beraksi. ”Ya, kemungkinan ini juga kerap dibawa saat beraksi. Itu masih kita dalami,” kata dia.

Kadek Adi mengatakan, satu pelaku belum ditangkap. ”Kami masih terus melakukan pengejaran,” ungkapnya.

Penyidik  juga masih melakukan pengembangan. Mencari tahu dimana saja dia pernah melakukan aksi pencurian. ”Kita terus memintanya untuk mengaku,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, Det dijerat Pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks