alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Jamilah TKI asal Lombok Timur Dianiaya Majikan di Abu Dabi

MATARAM-Pekerja Migran Indonesia (PMI) Jamilah alias Inaq Wati, 40 tahun menjadi korban kekerasan majikannya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Diduga, perempuan asal Dusun Poton Bako, Jerowaru, Lombok Timur (Lotim) itu menjadi korban perdagangan orang.

”Kita masih identifikasi awal kasus ini,” kata Kasubdit IV Ditreskrimum Poldaa NTB AKBP Ni Made Pujawati saat ditemui di Mapolda NTB, kemarin (7/9).

Pihak kepolisian juga masih menunggu laporan dari korban. Untuk mengidentifikasi apakah Jamilah diberangkatkan melalui jalur illegal atau tidak. ”Kalau berangkat secara illegal pasti kita proses hukum. Bisa saja masuk kasus TPPO (tindak pidana perdagangan orang),” jelasnya.

Jika dia berangkat secara illegal, penyelidikannya lebih sulit. Sebab, harus mengusut hingga ke luar negeri atau negara tempat Jamilah bekerja. ”Itu menyangkut kedaulatan hukum negara lain,” bebernya.

Bisa saja nanti prosesnya disini legal, tetapi saat penempatannya dilakukan secara illegal. ”Itu biasa disebut dengan legal entery, illegal stay. Kalau seperti susah kita telusuri,” ujarnya.

Untuk itu, perlu pengumpulan data terlebih dahulu. Menelusuri, siapa tekong yang memberangkatkannya. ”Dari mana perusahaan yang merekrut bekerja ke luar negeri. Perlu didalami dulu,” ungkapnya.

Polda NTB sudah mempersiapkan tim jika pengumpulan informasi awal dikantongi. Saat ini, belum bisa turun karena harus menunggu korban sehat terlebih dahulu. ”Sebaiknya tunggu yang bersangkutan sembuh. Supaya kita lebih muda memberikan keterangan,” kata dia.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lombok Timur Usman Sakti mengatakan, dari informasi awal yang diterimanya, Jamilah berangkat secara legal. “Itu hanya informasi awal saja,” kata Usman.

Perlu ada informasi tambahan. Jika sudah lengkap, pihaknya bakal memberikan pendampingaan hukum terhadap korban. ”Kita siap memberikan pendampingan,” ungkapnya.

Pihaknya nanti akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Agar, mereka bisa mengusut tuntas dugaan tindak pidana perdagangan orang. ”Pasti nanti kita koordinasi dengan Polda NTB,” ucapnya.

Diketahui, Jamilah bekerja asisten rumah tangga ke Abu Dhabi. Dia berangkat ke Jakarta, Juni 2019 lalu. Melalui salah satu perusahaan P2MI.

Dia ditampung di Jakarta selama sebulan. Mendapatkan pelatihan khusus dari perusahaan.

Sesampainya di tempat kerja Jamilah mendapatkan penyiksaan. Kepala dibenturkan ke tembok, disiram air panas, dan dipukul hingga mengalami patah tulang. Ditambah lagi, selama bekerja di Abu Dhabi, dia tidak pernah menerima gaji.

Dari foto yang beredar, telinga dan wajah masih terlihat lebam. Saat ini, Jamilah sedang dirawat intensif di Puskesmas Jerowaru. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks