alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Kasus Dana BOS SDN 2 Bayan, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

MATARAM-Penyidikan korupsi dana bantuan operasional siswa (BOS) SDN 2 Bayan, Lombok Utara tahun 2017 dan 2018 tinggal menetapkan tersangka. ”Kita tetapkan (tersangka) setelah menerima hasil audit BPKP (Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan,” kata Kapolres Lombok Utara (Lotara) AKBP Fery Jaya Satriansyah, kemarin (8/9).

Progres audit yang dilakukan BPKP cukup baik. Sebentar lagi, hasil audit dirampungkan. ”Ya, katanya begitu,” ujarnya.

Jika sudah audit kerugian negara sudah rampung, penyidik bakal menganalisa hasilnya. Selanjutnya, penyidik akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu. ”Apa permasalahannya. Begitu prosesnya,” jelasnya.

Saat ditanyakan mengenai audit investigasi sebelumnya, Fery enggan memberikan jawaban. “Itu sudah masuk terlalu teknis. Belum bisa saya beritahukan,” ujarnya.

Begitu juga dengan calon  tersangka, Fery masih merahasiakannya. Menurutnya, belum sampai pada pembahasan tersangka. ”Nanti sajalah, kalau memang sudah saatnya kita beberkan akan diberitahukan,” kata dia.

Dia hanya membeberkan, yang diusut tersebut penggunaan dana BOS tahun 2017 dan 2018. Kasus tersebut mulai diusut 2019. ”Kalau jumlah pasti dana bosnya juga tidak bisa saya beritahukan,” ucapnya.

Korwas Investigasi BPKP perwakilan NTB Adi Sucipto mengaku, progress audit kerugian negaranya cukup baik. Auditnya hampir selesai. ”Mungkin pekan depan kita sudah serahkan ke penyidik,” kata Adi.

Adi enggan menyebut perkiraan kerugian negaranya. Yang pasti, ada kerugian negaranya. ”Nanti penyidik saja yang memaparkannya,” ucapnya.

Diketahui, penggunaan dana bos di SDN 2 Bayan tak sesuai dengan juklak juknis. Modusnya, memalsukan dokumen, membuat nota pembiayaan fiktif, dan menaikkan harga item pembelian barang.

Penggunaannya itu dilakukan pada tahun 2017 hingga 2018. Total anggaran yang dikelola selama dua tahun terakhir Rp 330 juta.

Sekolah tersebut menerima dana BOS setiap triwulan. Per triwulan mereka mendapatkan suntikan dana BOS Rp 33 juta hingga Rp 66,5 juta per triwulan.

Anggaran tersebut digunakan untuk pengembangan perpustakaan, buku teks siswa dan guru, buku kurikulum, penerimaan siswa baru, evaluasi pembelajaran, pemeliharaan sarana dan prasarana, dan lainnya.

Dari hasil temuan audit investigasi penyidik, ditemukan adanya kerugian negara sekitar Rp 100 juta lebih. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks