alexametrics
Kamis, 11 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022

Vonis Hakim Dianggap Berat, Mantan Sekdes Sesait Layangkan Banding

MATARAM-Terdakwa korupsi dana desa Sesait, Lombok Utara (KLU), Dedi Supriadi melayangkan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Mataram.

Diketahui, majelis hakim PN Tipikor Mataram memvonis terdakwa mantan sekretaris desa (sekdes) Sesait itu hukuman penjara selama 5,5 tahun. Dia juga dibebankan membayarkan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Dedi juga dibebankan membayarkan kerugian negara Rp 1,015 miliar. Jika tidak dibayarkan dalam jangka waktu satu bulan maka akan diganti dengan pidana penjara selama dua tahun.

“Jumlah kerugian negara yang besar menjadi titik berat kami. Hukumannya juga terlalu berat,” kata Khaerul Aswadi, penasihat hukum Dedi Supriadi, Minggu (9/1).

Menurutnya, beberapa saksi yang dapat meringankan kliennya tidak masuk dalam pertimbangan majelis hakim.

Baca Juga :  Potret Buruknya Moral Kita!

“Ada saksi dari JPU yang menyatakan klien saya ini tidak terlibat dalam beberapa proyek yang menjadi perhitungan kerugian negara,” kata Khaerul.

Salah satunya proyek pembangunan gedung Balai Pusaka. Pekerja proyek bernama Mardan pernah bersaksi bahwa yang menyuruhnya bekerja adalah mantan kepala desa Raden Sarwinggih. Dia tidak pernah berhubungan dengan terdakwa yang merupakan mantan sekdes Sesait. “Saksi Mardan hanya berhubungan dengan Raden Sarwinggih,” kata dia.

Menurutnya, jika kesaksian Mardan masuk dalam pertimbangan hakim, nilai kerugian negara yang ditanggung kliennya bisa lebih ringan. Karena pembangunan gedung Balai Pusaka itu memunculkan kerugian negara cukup besar. “Seharusnya mantan kades terseret dalam kasus ini,” tegasnya.

Dia juga meminta ada terdakwa lain yang bertanggung jawab dalam kasus ini. Seperti mantan kades dan bendahara desa. Menurutnya tidak logis jika hanya seorang sekdes yang terjerat kasus ini. Sedangkan orang yang memang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan anggaran desa malah tidak tersentuh.

Baca Juga :  Komplotan Begal di Bypass BIL Diringkus di Bali

Kasi Pidsus Kejari Mataram I Wayan Suryawan mengatakan, pihaknya sudah menerima pernyataan banding dari terdakwa. Karena terdakwa banding, pihaknya pun akan banding. “Pasti kita ikut banding,” katanya.

Terkait pengembangan kasus seperti klaim penasihat hukum terdakwa, Suryawan belum menanggapinya. Pihaknya tetap berpatokan pada putusan hakim. “Nanti saja kita lihat. Ini kan masih dalam proses upaya hukum. Jika sudah inkrah baru kita jelaskan lebih lengkap terkait itu,” kata dia. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/