alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Bebas dari Penjara, 522 Napi di NTB Tetap Wajib Lapor

MATARAM-Masa pembebasan narapidana (Napi) di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di NTB  sudah berakhir. Total ada sebanyak 522 Napi yang sudah dibebaskan. ”Mereka semua tetap dalam pengawasan kami. Mereka yang bebas wajib lapor,” kata Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham Kanwil NTB Dwi Nastiti, kemarin (8/4).

Teknisnya, mereka wajib lapor melalui Balai Pemasyarakatan (Bapas). Untuk menghindari penumpukan karena wabah korona atau Covid-19, mereka wajib lapor secara online. ”Mereka wajib lapor dengan cara video call,” jelasnya.

Setiap Napi yang dikeluarkan wajib menyerahkan nomor telepon yang dapat dihubungi. Nanti mereka wajib lapor secara berkala. ”Mereka ini dikeluarkan dalam rangka asimilasi dan integrasi seperti pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat,” ujarnya.

Kemenkumham memastikan mereka yang mendapatkan program itu harus tetap berada di rumah masing-masing.  Serta harus tetap menjadi pribadi yang lebih baik. ”Kalau mereka berkeliaran dan melakukan tindak pidana mereka bisa saja ditarik kembali. Itu konsekuensinya,” ungkapnya.

Karena mereka mendapatkan program tersebut untuk menghindari penyebaran virus korona atau Covid-19. Mengingat, Lapas yang dalam kondisi over kapasitas. ”Jangan berkeliaran,” peringatnya.

Dari data Kemenkumham ada sebanyak 552 Napi yang dibebaskan. Jumlah terbanyak Lapas Kelas IIA Mataram, dengan jumlah 155 Napi.

Selanjutnya, Lapas Kelas Kelas IIA Sumbawa Besar, dengan jumlah 113 Napi. Disusul dari Lapas Kelas IIB Selong dengan jumlah 58 Napi. Kemudian,  Rutan Kelas IIB Praya, sebanyak 48 Napi dan dari Lapas Kelas IIB Dompu, 43 Napi

Ditambah lagi, Rutan Kelas IIB Raba Bima sebanyak 38 Napi, Lapas Terbuka Kelas IIB Lombok Tengah sebanyak  27 Napi, LPKA Kelas II Lombok Tengah sejumlah 25 Napi, dan terakhir Lapas Perempuan Kelas III Mataram sebanyak 15 napi. ”Mereka semua itu hanya Napi yang terjerat kasus tindak pidana umum,” jelasnya.

”Saya ingatkan, seluruh mantan narapidana yang menerima pembebasan untuk menjalani isolasi diri selama dua pekan di rumah masing-masing,”  tandasnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks