alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Penahanan Terdakwa Korupsi Balai Nikah Sumbawa Ditangguhkan

MATARAM-Sidang perkara korupsi pembangunan gedung Balai Nikah di Labangka Sumbawa digelar melalui konferensi video. Namun, sidang perkara yang menjerat pejabat pembuat komitmen (PPK) M Firdaus dan kontraktor Johan Satria itu tak berjalan maksimal.

Jaksa penuntut umum (JPU) dan saksi berada di Kejari Sumbawa. Sedangkan penasihat hukum beserata majelis hakim berada di PN Tipikor Mataram dan tersangka berada di Lapas Mataram.

Saat sidang berjalan, sinyal ngadat. Sehingga, keterangan saksi tidak terdengar jelas. Karena gangguan teknis itu, hakim memutuskan untuk menunda persidangan.

Sebelum sidang ditutup, penasihat hukum kedua terdakwa mengajukan permohonan pengalihan status tahanan dua terdakwa. Dari tahanan Rutan menjadi tahanan Kota.

Juru Bicara PN Tipikor Mataram Fathur Rauzi mengatakan, majelis hakim sudah menetapkan dua terdakwa dijadikan sebagai tahanan kota. Pertimbangannya, hakim kesulitan mendengarkan keterangan saksi melalui konferensi video. ”Suaranya tidak jelas. Keresek-kresek. Kita yang mendengarkan pusing,” keluhnya.

Hal itu menjadi pertimbangan agar kedua terdakwa dan para saksi harus disidangkan seperti biasa. Dengan catatan pada persidangan nanti tetap mengedepankan pencegahan penyebaran virus korona. ”Kita sidang nanti tetap berjauh-jauhan,” ujarnya.

Kondisi itu membuat hakim sulit menganalisa kesaksian saksi. Apabila suaranya harus terputus-putus. ”Ini kita lakukan agar kasus ini bisa terang benderang. Sehingga tidak menimbulkan multitafsir,” kata dia.

Hakim telah meminta penasihat hukum dijadikan sebagai jaminan dalam pengalihan status penahanan kedua terdakwa. Jika mereka melarikan diri, pihak penasihat hukum sudah siap untuk diproses. ”PH (penasihat hukum) mereka sudah siap untuk menjadi jaminan,” ucapnya.

Penetapan tersebut nantinya akan dikirim ke JPU. Agar, segera melakukan eksekusi. ”Jaksa nanti yang bakal mengeksekusi untuk pengalihan status penahannya,” kata dia.

Kajari Sumbawa Iwan Setiawan mengatakan, dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tugas jaksa melaksanakan penetapan hakim. ”Mau tidak mau, suka tidak suka, harus kita laksanakan,” kata dia.

Dengan ditetapkannya status kedua terdakwa menjadi tahanan Kota, jaksa segera mengeksekusi. ”Segera kita keluarkan dari Rutan,” ungkapnya.

Untuk menjalankan penetapan hakim harus melalui mekanismenya. Terlebih dahulu jaksa harus menerima surat resmi penetapan dari majelis hakim. ”Selanjutnya, surat tersebut dimasukkan dalam berita acara kami,” terangnya.

Iwan mengatakan, pengawasan terhadap kedua terdakwa bakal tetap dilakukan. Secara formal, tahanan yang berstatus tahanan kota tidak boleh keluar dari wilayah Kota. ”Misalnya saja, tahanan Kota Mataram. Dia tidak boleh keluar Kota Mataram,” bebernya.

Apabila mereka melanggar ketentuan dan syarat lainnya, majelis hakim harus meninjau kembali penetapannya. ”Perlu juga kita antisipasi hal-hal lain yang juga menghambat proses persidangan,” kata dia.

Terpisah, Abdul Hanan selaku penasihat hukum Johan Satria mengatakan, sidang menggunakan konfrensi video tersebut tidak maksimal. Sudah sepatutnya, majelis hakim menetapkan status penahanan kliennya menjadi tahanan kota. ”Kalau seperti ini, sidang menjadi terhambat. Karena, sinyal yang tidak bagus,” kata Hanan.

Hanan siap menjadi jaminan untuk kliennya. Apabila melarikan diri, dia siap diproses hukum. ”Bila perlu dilakukan penahanan terhadap saya,”  ujarnya.

Diketahui, Anggaran proyek tersebut sudah dicairkan 100 persen. Tetapi, berdasarkan hasil perhitungan tim ahli bangunan tersebut hanya dikerjakan 41,56 persen. ”Itu yang menyebabkan konstruksi bangunannya sangat berbahaya,” ungkapnya.

Dari data LPSE, anggaran pembangunan gedung Balai Nikah tersebut dikucurkan dari Kemenag RI. Anggarannya disalurkan langsung ke DIPA Kemenag Kabupaten. Jumlahnya Rp 1,5 miliar.

Proyek yang dikerjakan CV STR itu  dengan nilai kontrak Rp 1.240.558.000. Masa pengerjaannya 180 hari.   Nilai kontrak tersebut menjadi kerugian negaranya. Karena kita hitung bangunan itu total loss. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks