alexametrics
Selasa, 16 Agustus 2022
Selasa, 16 Agustus 2022

Datangi Jaksa, Mantan Direktur RSUD KLU Ditahan

MATARAM-Mantan Direktur RSUD KLU Samsul Hidayat ditahan. Itu setelah jaksa melakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka, kemarin (9/5). ”Tadi kita terima berkas tahap dua (barang bukti dan tersangka),” kata Kasi Intel Kejari Mataram Heru Sandika Triyana.

Penahanan tersangka dititip di tahanan Dittahti Polda NTB. Kini jaksa masih masih menyiapkan berkas dakwaan untuk proses persidangan di pengadilan.

Heru mengatakan, pihaknya sudah menerima surat permintaan penangguhan penahanan dari penasihat hukum tersangka. Namun berdasarkan pertimbangan, permohonan itu tidak dikabulkan. ”Surat penangguhan penahanannya kita tolak,” tegasnya.

Dalam kasus tersebut, Samsul terjerat bersama pejabat pembuat komitmen berinisial EB; konsultan pengawas berinisial S; dan rekanan berinisial DT. ”Ketiganya juga sudah ditahan. Nanti kita limpahkan berkas dakwaannya bersama,” kata dia.

Baca Juga :  Pengacara Wabup KLU Bilang Kerugian Negara Proyek IGD Rp 242 Juta

Diketahui, proyek pembangunan ICU RSUD KLU dikerjakan PT Apromegatama dengan anggaran Rp 6,4 miliar. Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kerugian negaranya mencapai Rp 1,75 miliar.

Proyek tersebut sudah dilakukan provisional hand over (PHO). Berdasarkan berita acara Nomor 61/PPK-Konstruksi/RSUD.KLU/II/2020 tanggal 24 Februari 2020 lalu. Proyek tersebut tetap di-PHO meskipun volume pekerjaan tidak sesuai spesifikasi.

Terpisah, Herman Sorenggana, penasihat hukum Samsul Hidayat menghargai keputusan jaksa tidak mengabulkan permohonan penagguhan penahanan kliennya. “Yang pasti kita sudah lakukan upaya tersebut,” kata Herman.

Pihaknya datang menghadap jaksa berdasarkan inisiatif sendiri. Karena dua kali dipanggil berhalangan hadir. ”Itu bentuk kooperatif kita,” ujarnya.

Terkait pembuktian yang lain, Herman masih melakukan kajian. ”Nanti saja kita lihat di persidangan,” katanya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/