alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Hanya Sebagai Saksi, Sipir Lapas Mataram Dipulangkan

MATARAM-Penggerebekan terhadap penyelundupan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram  menyeret seorang sipir. Diduga sipir itu terlibat dalam aksi penyelundupan ke dalam Lapas.

Keterlibatan sipir dalam proses penyelundupan narkoba itu dibantah pihak Lapas. ”Sipir itu hanya mengawal tamping (tahanan pendamping) yang keluar membuang sampah,” kata Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham NTB saat ditemui di kantornya, Selasa(9/6).

Sipir itu terkejut saat anggota tim Satnarkoba Polresta Mataram menangkap tamping yang membuang sampah. ”Wajar, polisi yang menangkapnya tidak menggunakan pakaian seragam. Sehingga, sipir itu menganggap tamping itu akan kabur,” bebernya.

Sipir itu sudah menjalani pemeriksaan di Polresta Mataram. Dia hanya dijadikan sebagai saksi dalam kasus tersebut. “Anggota sipir itu sudah dipulangkan kok oleh penyidik. Sekarang sudah mulai ngantor,” kata dia.

Terkait dengan  informasi ada chat melalui SMS antara sipir dengan napi itu seperi apa?.  Dwi Nastiti tidak mengetahui informasi itu. Yang pasti, secara logika jika sipir tersebut memang benar-benar terlibat, tidak mungkin dipulangkan. ”Kalau terlibat pasti bakal berlanjut. Dia hanya diperiksa sebagai saksi saja,” ungkapnya.

Dia menegaskan, jika sipir itu benar-benar terlibat, silakan saja diproses hukum sesuai prosedur. ”Di internal kami juga telah memberlakukan tindakan tegas jika ada anggota yang ikut bermain menyelundupkan narkoba,” tegasnya.

Menanggapi kasus penyelundupan narkoba itu, Dwi Nastiti mengaku, pihak Lapas juga mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba di dalam Lapas. Pihaknya sudah bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB untuk mencegah itu. ”Kita sama-sama dengan BNN mewujudkan P4GN,” terangnya.

Visi dan misi itu dilakukan untuk mewujudkan Lapas Bersinar (Bersih dari Narkoba). ”Semua itu sudah kita jalankan kok. Itu komitmen kita,” kata dia.

Dia menegaskan, jika ada informasi adanya warga binaan yang mengendalikan narkoba dari Lapas, pihaknya akan tindaklanjuti. Baik itu dari BNN maupun kepolisian. ”Inilah kolaborasi yang terus kita bangun untuk menciptakan Lapas Bersinar,” bebernya.

Lalu bagaimana bisa narkoba masuk ke dalam Lapas?. Saat ini, pihak Lapas memiliki keterbatasan alat. Ditambah lagi, jumlah sipir yang jauh lebih sedikit dibanding warga binaan.

Sehingga perlu menggandeng pihak kepolisian dan BNN untuk memutus rantai peredaran gelap narkoba dari dalam Lapas. ”Kepolisian dan BNN memiliki alat canggih untuk membongkar bisnis narkoba. Ya, kita kolaborasi. Pihak Lapas akan terus berbenah,” ungkapnya.

Dwi Nastiti mengakui adanya proses penangkapan pengedar narkoba di depan Lapas Mataram. Ada sebanyak lima orang warga binaan Lapas Mataram yang dibawa  ke Polresta Mataram. ”Dua narapidana (napi), dan tiga tamping,” jelasnya.

Kepala Lapas Mataram Susanni menambahkan, perlu diluruskan terkait dengan adanya sms Chat itu harus dibuktikan terlebih dahulu. Apakah chat SMS itu antara Napi dengan sipir atau Napi dengan orang yang menunggu mengambil barang dari luar Lapas. ”Kalau SMS itu antara Napi dengan orang pihak luar Lapas, tidak mungkinlah sipir ini terlibat. Karena, sipir ini tidak mengetahui kalau Napi (pemilik barang) memberikan narkoba ke tamping untuk dibuang di tong sampah,” kata Sanni.

Menurutnya, sipir yang ada saat itu hanya siaga. Dia takut, kalau tamping tersebut bakal kabur dari Lapas. ”Sipir itu sudah menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.

Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson mengatakan, sipir belum ditetapkan menjadi tersangka. ”Dia masih menjadi saksi. Malam itu (Senin malam (8/6) langsung dipulangkan,” kata Elyas.

Elyas belum bisa memastikan apakah statusnya bisa dijadikan tersangka atau tidak. ”Belum tahu, nanti saja kita lihat,” ujarnya.

Terkait dengan isu adanya chat itu, Elyas belum memastikan.”Belum kita bongkar. Masih kita dalami,” kata Elyas.

Diketahui, terungkapnya kasus narkoba mengalir ke Lapas itu berawal dari laporan masyarakat. Awalnya, tim mendapatkan dua pelaku berinsial S seorang tamping dan kurir berinisial A. Dari hasil penggeledahan, ditemukan narkoba jenis sabu seberat Rp 6,80 gram.

Dari hasil interogasi ternyata barang itu didapatkan dari dalam Lapas. Pemiliknya seorang Napi berinisial G. Dari pengakuan G barang itu didapatkan dari Napi lain berinisial H.

Di saat yang bersamaan, tim juga mengamankan seorang berinisial S. Dia diamankan di area parkir Lapas. Dari tangan S kita amankan sebanyak 0,94 gram.

Dari pengakuannya, S mengaku barang haram tersebut merupakan pesanan seseorang dari dalam Lapas. Yakni, seorang napi berinisial AZ. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Investasi Triwulan II di NTB Turun, Pencapaian Pertambangan Tertinggi

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menyampaikan data realisasi investasi sementara periode triwulan II tahun 2020 hanya mencapai Rp 788 miliar. Jumlah ini menurun dari triwulan sebelumnya Rp 2,1 triliun.

Mencuri Buat Modal Judi, Moyes Diciduk Polisi

Baru enam bulan keluar  dari penjara MR alias Moyes kembali beraksi. ”Pelaku ini mencuri handphone di kawasan Jalan Transmigrasi, Pejanggik, Mataram,” kata Kapolsek Mataram AKP Rafles Girsang, kemarin (9/7).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks