alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Tak Jera Masuk Penjara, Kawanan Jambret Kembali Beraksi di Jatisela Lobar

MATARAM-Pelaku jambret berinisial NS alias Rif dan IS alias Su belum juga kapok masuk bui. Penjahat kambuhan asal Sesela, Lombok Barat (Lobar) itu kembali beraksi. ”Mereka ini residivis. Sudah empat kali melakukan aksi jambret,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Selasa (9/6).

Mereka kembali beraksi menjambret handpone di wilayah Jatisela, Mei lalu. Dia mengambil handphone yang dikuasai anak korban. “Jadi pelaku ini merampas handphone korban saat dikuasai anaknya,” ujarnya.

Modusnya, dia sengaja bermain di sekitar rumah korban. Saat anak korban asyik bermain handpone di teras rumahnya, Rif langsung beraksi. ”Sempat anak korban teriak dan meminta tolong,” ujarnya.

Namun, mereka berhasil kabur. Dari hasil pengumpulan keterangan saksi, mengarah ke pelaku. ”Pelaku sudah memiliki catatan sehingga gampang terdeteksi,” terangnya.

Sehingga Tim Puma Polresta Mataram melakukan pengembangan. Dari hasil pelacakannya, ternyata handphone korban sudah dijual. ”Handphone itu dijual ke pria berinisial A,” bebernya.

Setelah dikembangkan, ternyata handphone tersebut dibeli dari Rif. Harganya Rp 850 ribu.

Tim melakukan perburuan. Rif berhasil ditangkap, kemarin (9/6). Dari hasil interogasi, Rif tidak bekerja sendiri. ”Dia (Rif,Red) melakukan tindakannya bersama Su,” kata Kadek Adi.

Keduanya berhasil ditangkap. Polisi  menangkap pelaku di rumah masing-masing, Sesela, Lobar. ”Saat kita tangkap pelaku tidak melakukan perlawanan,” jelasnya.

Dari keterangan pelaku, uang hasil kejahatannya dibagi rata. Sama-sama mendapatkan Rp 245 ribu. ”Uang itu sudah habis digunakan untuk membeli miras dan belanja,” terangnya.

Mereka ini satu komplotan saat beraksi. Mereka baru keluar dari Lapas, 17 November 2019 lalu. ”Sekarang mereka kembali mengulangi perbuatannya. Mereka belum kapok,” keluhnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks