alexametrics
Minggu, 20 Juni 2021
Minggu, 20 Juni 2021

Polisi Temukan Senpi Rakitan di Kamar Kos Terduga Pengedar Sabu Nenek Ve

MATARAM-Polisi telah menggeledah kos-kosan terduga pengedar sabu berinisial EP alias Nenek Ve. Di kos-kosannya di wilayah Babakan, Kecamatan Sandubaya, Mataram, polisi menemukan senjata api (senpi) rakitan. “Diduga itu dijadikan sebagai alat untuk melindugi diri,” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, Rabu (9/6/2021).

Polisi juga menemukan plastik klip sabu berukuran besar di kamar kos wanita asal Surabaya, Jawa Timur, itu. Plastik klip itu biasanya digunakan untuk membungkus sabu dalam jumlah besar. ”Pelaku ini memiliki jaringan antar-provinsi,” kata Heri.

Terungkapnya peran Nenek Ve setelah polisi menangkap peluncurnya berinisial GD. Nenek Ve ditangkap Sabtu (5/6/2021) dini hari saat menuju rumah terduga bandar berinisial C (masih buron) sambil menggendong cucunya. ”Kita temukan dua poket sabu di tas milik EP (Nenek Ve),” jelasnya.

Dari pengakuannya, Nenek Ve hanya bertindak sebagai penjual. Dia membantu pacarnya berinisial A untuk mengedarkan sabu di wilayah Mataram. Pacarnya (inisial A) satu jaringan dengan C. “Saat ini, dua orang itu (A dan C) masih kita buru. Karena kita temukan barang bukti di tas milik A dan di rumah C saat penggeledahan,” jelasnya.

Penyidik Satresnarkoba Polresta Mataram masih melakukan pengembangan, dari mana sindikat pengedar narkoba tersebut mendapatkan senpi rakitan. ”Apakah memang benar merakit sendiri atau mendapatkan dari orang lain,” kata dia.

Terpisah, Nenek Ve mengaku tidak mengetahui sama sekali asal senpi rakitan tersebut. Dia hanya mengetahui diberikan sabu oleh pacarnya. ”Memang saya pemakai. Sering makai sama pacar saya (inisial A). Kalau senpi saya tidak tahu dari mana,” ujarnya.

Saat ditanya sisa plastik klip berukuran besar yang digunakan untuk membungkus sabu, Nenek Ve juga tidak mengetahuinya. ”Saya tidak tahu apa-apa. Senpi dan sabu itu punya pacar saya. Kalau dari mana dia mendapatkan saya tidak tahu,” kelitnya.

EP terancam pidana penjara selama 20 tahun. Dia dijerat pasal 112 Ayat 2 dan atau Pasal 114 Ayat 2 dan atau Pasal 127 Ayat 1 Huruf a Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks