alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Terdakwa Korupsi Bantuan Rumah Gempa Loteng Dihukum Lebih Berat

MATARAM--Terdakwa korupsi dana bantuan rumah tahan gempa (RTG) Desa Teratak, Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng) harus gigit jari. Hakim Banding Pengadilan Tinggi NTB memvonis tiga terdakwa  L Nu’mansyah, L Samsul Anwar, dan Doni Bayangkari lebih berat.

Dari data SIPP PN Mataram, putusan banding terhadap tiga terdakwa terdaftar dengan nomo 7/PID.TPK/2020/PT Mataram. Sidang diketuai majelis hakim Mas’ud beserta hakim anggota Miniardi dan Sutrisno.

Majelis menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun serta pidana denda Rp 200 juta subsider satu bulan penjara. Ketiga terdakwa terbukti melanggar pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Sebelumnya pengadilan tingkat pertama memvonis mereka satu tahun penjara dan dibebankan membayar denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan. Hakim PN Tipikor Mataram menganggap mereka melanggar pasal 11 Undang-undang Tipikor.

Karena telalu berat, para terdakwa melawan. Mereka melayangkan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Kasi Pidsus Kejari Lombok Tengah Agung Kunto Wicaksono mengatakan, dia sudah menerima putusan banding dari PT NTB. Dia juga sudah mendapatkan kabar para terdakwa melayangkan kasasi ke MA. “Mereka kasasi, kita juga kasasi,” kata Agung, kemarin (9/8).

Saat ini, tim masih menyusun kontra memori kasasinya. Guna mempersiapkan diri menghadapi kasasi terdakwa. ”Masih disusun (kontra memori kasasi),” jelasnya.

Menurutnya, vonis putusan banding belum mencerminkan rasa keadilan. Sebab, pungli itu dilakukan terhadap korban bencana Gempa Lombok 2018 lalu. ”Ini korupsi saat bencana. Seharusnya diputus sesuai tuntutan,” ujarnya.

Jaksa penuntut umum sebelumnya menuntut para terdakwa lima tahun penjara. Juga dibebankan membayar denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.

Diketahui, tiga fasilitator RTG L Nu’mansyah, L Samsul Anwar, dan Doni Bayangkari telah memeras aplikator CV Fana Alam Semesta pada  pembangunan RTG. Mereka meminta uang yang bagian dari fee proyek pengerjaan 13 rumah rusak berat dengan biaya Rp 650 juta.

Mereka meminta Rp 5,2 juta dari aplikator. Mereka janjian di salah satu rumah makan di Loteng. Pada akhirnya, mereka tertangkap tangan oleh Polres Loteng.  (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks