alexametrics
Rabu, 30 November 2022
Rabu, 30 November 2022

Ngamuk dan Membahayakan Pengunjung Gili Trawangan, Bule Rusia Dideportasi

MATARAM-Seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram. “Ya, tadi kita deportasi,” kata Plt Kasi Teknologi dan Informasi Keimigrasian I Made Surya Artha, Selasa (9/8).

Deportasi WNA berinisial KK, 27 tahun, itu dikawal ketat petugas Imigrasi. Dia diberangkatkan dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menuju ke Bandara Ngurah Rai, Bali.

Selanjutnya petugas berkoordinasi dengan Imigrasi Bali untuk menerbangkan si bule langsung ke Rusia. “KK berhasil diterbangkan menuju Bandara Pulkovo, St. Petersburg, Rusia,” kata Made Surya.

Sebelumnya, KK ditangkap dan ditahan setelah mengamuk di Gili Trawangan, Lombok Utara, Kamis (21/7) lalu. Tindakannya dinilai membahayakan pengunjung di kawasan wisata tersebut. “Kita ambil tindakan untuk menahannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Diklarifikasi Polisi, Dosen Gadungan Itu Akui Lecehkan Sejumlah Mahasiswi

KK sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma di Mataram untuk mengecek kejiwaannya.

Pihak Imigrasi melakukan penahanan berdasarkan pasal 75 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. KK dianggap membahayakan keamanan dan ketertiban umum. “Untuk itu dikenakan tindakan administrasi keimigrasian berupa deportasi,” ujarnya.

Made Surya menekankan bahwa Imigrasi di Indonesia menganut kebijakan selektif. Artinya hanya orang asing yang memberikan manfaat serta tidak membahayakan keamanan dan ketertiban umum diperbolehkan masuk dan berada di Indonesia. “Sehingga apabila ada orang asing yang membuat keonaran seperti kasus KK ini tentu tidak layak dibiarkan berada di negara kita,” tegasnya.

Dia menyampaikan, pihak Imigrasi berkomitmen menegakkan aturan hukum. Namun, tetap mengedepankan aspek humanis dalam penegakan hukum.

Baca Juga :  Akses YouTube-nya Diblokir Google, Pemerintah Rusia Kalang Kabut

“Kami mengutamakan aspek humanis dalam proses penegakan hukum terhadap KK, pemeriksaan kepadanya kami lakukan setelah kondisi kejiwaannya stabil dan mendapat surat keterangan sehat dari RSJ Mutiara Sukma NTB,” tutupnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks
/