alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Polisi Tembak Pembobol Brankas

MATARAM-Residivis pelaku pencurian pemberatan (curat) SU kembali berurusan dengan hukum. Warga Turida Timur, Sandubaya itu kembali melakukan aksi pencurian.

Kali ini pria berusia 40 tahun itu membobol salah satu kantor lembaga pembiayaan (finance) di Jalan Sriwijaya.  Dia melakukan aksinya bersama rekannya berinisial AR.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, SU sudah lima kali masuk penjara. Seluruhnya, melakukan tindakan di wilayah hukum Polres Mataram. ”Kali ini yang keenam masuk penjara karena kasus pencurian,” kata Saiful, kemarin (9/9).

Saat beraksi, SU dan AR membagi tugas. Mereka masuk ke dalam kantor finance tersebut dengan cara memanjat bangunan belakang kantor. ”Mereka memanjat menggunakan tangga,” ujarnya.

Lalu merusak terali ventilasi udara di lantai dua. Mereka merusaknya menggunakan alat cukit dan tang. ”Selanjutnya pelaku masuk kedalam dan turun ke lantai satu,” terangnya.

Selanjutnya, masuk ke ruang penyimpanan brankas. Mereka menggergaji gembok pengunci brankas. “Dia berhasil mengambil beberapa barang kantor,” kata dia.

Seperti lanjutnya, Uang tunai Rp. 9.558.000, 10  Buah BPKB Sepeda Motor, 3 handphone,  proyektor, dan kamera. ”Kantor mengalami kerugian sebesar Rp. 84.958.000,” jelasnya.

Ditangkapnya SU dan AR berawal dari ditemukannya kamera hasil pencuriannya yang dikuasai iparnya, inisial HOM.  Kemudian, tim melakukan pengembangan dan melakukan pengejaran pelaku. ”Iparnya itu mengaku mendapatkan kamera itu dari SU,” jelasnya.

Saat digerebek dirumahnya, SU berhasil melarikan diri. Tepatnya, pada 4 September lalu, tim mendapatkan kabar kalau Supardi keluar dari tempat persembunyiannya. ”Pelaku dibuntuti ternyata dia sedang dibonceng rekannya,” ujarnya.

Tepatnya, di depan Pizza Hut, tim langsung melakukan tindakan. Saat ditangkap, dia melakukan perlawanan. ”Sehingg tim melumpuhkan pelaku,” bebernya.

Saat digeledah, tim menemukan dua buah cukit, tang dan satu handphone Nokia. ”Selanjutnya, tim membawa pelaku Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan pengobatan,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, SU dan AR diancam dengan pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman tujuh  tahun penjara. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks