Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Polda NTB Tangkap 13 Komplotan Maling Motor Kelas Kakap

MATARAM-Tim Ditreskrimum Polda NTB menangkap 13 orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Semuanya satu jaringan maling motor kelas kakap di NTB. Dua di antaranya ditembak di bagian kaki karena melakukan perlawanan saat ditangkap. ”Kami lakukan tindakan terukur agar memberikan efek jera bagi pelaku,” kata ungkap Dirreskrimum Polda NTB Kombespol Teddy Ristiawan, Rabu (9/11).

Dari 13 orang yang ditangkap, empat bertindak sebagai pemetik. Sembilan orang sebagai penadah.

Yang bertindak sebagai pemetik berinisial AAN (masih di bawah umur), AE, SB, dan YS alias AG. Sementara yang bertindak sebagai penadah berinisial RZ, MZ, MW, AW, HD, SN, ZI, ST, dan SD alias Amaq Gian. ”Sebagian pemetik berdomisili di Lombok Tengah,” sebutnya.

Sementara para penadah ada yang berasal dari Mataram, Lombok Tengah, dan Pulau Sumbawa. Menurut Teddy, mereka merupakan pemain lama. “Hasil curiannya bukan saja dibawa ke wilayah Pulau Lombok. Ada juga ke Pulau Sumbawa,” jelasnya.

Terungkapnya jaringan ini berawal dari penangkapan tiga orang penadah yang akan mengirim tiga sepeda motor ke Pulau Sumbawa di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur. Selanjutnya polisi melakukan pengembangan. ”Kami langsung buru pelaku lainnya, berkembang ke para pemetik,” kata dia.

Baca Juga :  Ini Hasil Penelusuran Polda NTB dari Handphone Tersangka Bandar Sabu Mandari

Hasil pengembangan mengarah ke pengepul hasil curanmor berinisial SD alias Amaq Gian. Pria asal Bilelando, Lombok Tengah, itu pun berhasil ditangkap. ”Dari penangkapan penadah itulah kami bisa mengungkap pelaku lainnya,” ujarnya.

Selain menangkap para pelaku, polisi mengamankan 21 unit sepeda motor dan satu mobil.

Teddy mengatakan, untuk melancarkan aksinya, para pelaku menggunakan peralatan berupa kunci T, obeng, gunting, dan senjata tajam. ”Semua barang bukti itu sudah kami amankan. Tercatat, selama 2022 ini mereka sudah beraksi mengambil 70 unit sepeda motor,” jelasnya.

Dari pengungkapan itu, ada juga sepeda motor lain yang tidak diketahui pemiliknya. Saat ini masih dilakukan pengecekan nomor rangka dan nomor mesin dengan Ditlantas Polda NTB untuk mencari pemiliknya. “Makanya bagi masyarakat yang kendaraannya hilang dipersilakan untuk berkoordinasi ke Ditreskrimum Polda NTB,” imbaunya.

Baca Juga :  Tukang Parkir Liar Masih Beroperasi, Polisi dan Dishub Kembali Bertindak

Teddy mengatakan, seluruh pelaku sudah ditahan. Bagi pemetik dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sedangkan penadah dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Kabid Humas Polda NTB Kombespol Artanto menambahkan, pengungkapan jaringan curanmor ini merupakan bagian dari operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) jelang pelaksanaan World Superbike (WSBK). Tujuannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. ”Operasi KRYD saat WSBK ini dilaksanakan selama 40 hari ke depan. Baru berjalan selama 10 hari,” ujarnya.

Dengan tertangkapnya beberapa pelaku curanmor itu bisa mengurangi aksi kejahatan selama pelaksanaan WSBK. ”Guna menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif,” ungkapnya.

Sebagian sepeda motor hasil curian sudah dikembalikan ke korban. Agar korban bisa menggunakan kembali sepeda motornya yang hilang. ”Itu bentuk dari pelayanan polisi ke masyarakat,” pungkasnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks