alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Bandar Sabu, Polda NTB Tetapkan Mandari Sebagai Tersangka

MATARAM-Penyidik Ditresnarkoba Polda NTB telah merampungkan penyidikan terhadap terduga bandar besar narkoba berinisil NJD alias Mandari. Mereka juga sudah melakukan gelar perkara. “Kita sudah tetapkan sebagai tersangka,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Minggu (10/1).

Terungkapnya peran Mandari setelah tertangkapnya dua orang pemuda di Abian Tubuh, Senin (4/1) lalu. Barang bukti 4 gram sabu. Mereka mengaku barang tersebut bersumber dari SD (inisial, Red).

SD pun tertangkap di salah satu hotel di Lombok Tengah (Loteng). Dia ditangkap bersama Mandari serta suami Mandari berinisil GBP, dan anak buah Mandari berinisial ND, KES GWP, dan GAA.

Mandari lama menjadi target operasi polisi. Namun, berhasil ditangkap saat mengejar anak buahnya berinisial SD. ”Melalui terungkapnya sabu 4 gram kita bisa menangkapnya,” kata Helmi.

Dari bukti-bukti yang sudah dikumpulkan polisi, Mandari patut ditetapkan sebagai tersangka. Pengakuan SD dan bukti chat yang ada, menguatkan unsur pasal yang disangkakan. “Minimal sudah ada dua alat bukti,” jelasnya.

Helmi mengatakan, Mandari dijerat pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 132 ayat (1) dan atau pasal 131 dan atau pasal 137 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ”Sekarang kita masih perkuat lagi bukti-buktinya untuk pemberkasan penyidikannya,” ujarnya.

Meski tidak membawa barang bukti sabu, penyidik tetap yakin kasus tersebut bisa berlanjut hingga ke persidangan. Dari seluruh pasal yang disangkakan semua sudah memenuhi unsur.

Misalnya, dalam pasal 132 Undang-undang Narkotika. Dalam pasal itu menyebutkan percobaan permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan preskursor narkotika dpt dipidana dengan pidana penjara yang sama sesuai ketentuan pasal 111 hingga pasal 129. ”Tersangka ini memiliki jaringan. Jadi ada pemufakatan untuk menjalankan bisnis narkoba. Pemufakatan itu masuk dalam kategori pemufakatan jahat,” terang Helmi.

Sementara itu, terkait peran suami Mandari berinisial GBP masih dalam pendalaman. “Kita masih telusuri keterlibatannya,” tutupnya. (tim)

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks