alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Beraksi di Sekotong, Menantu dan Mertua Begal Sadis, Korban Dihabisi Mayat Dibuang

GIRI MENANG-Kawanan pelaku pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Raya Pemalikan Desa Batu Putih Sekotong akhirnya diringkus. Mereka berjumlah empat orang dengan satu orang diduga sebagai penadah.

“Kejadiannya 4 Mei pukul 00.00 Wita. Pelaku berhasil kami tangkap 9 Mei (Sabtu pekan lalu),” jelas Kapolres Lobar AKBP Bagus Satriyo Wibowo, kemarin (11/5).

Para pelaku diantaranya Sahdan, 47 tahun, petani asal Desa Pelambik Lombok Tengah, Supriyadi, 28 tahun warga Pelambik, Nursalim warga Batu Putih, dan Agus Soni, warga Kelurahan Dasan Geres.

Kronologi kejadian, sebelum melancarkan aksinya, keempat pelaku kumpul di rumah Nursalim. Mereka menyusun rencana untuk menghadang atau membegal pengendara motor yang melintas sekitar pukul 18.00 Wita. Supriyadi berboncengan dengan Sahdan, sementara Agus Soni bersama dengan Nursalim menuju lokasi kejadian.

Setibanya di jurang pos Pemalikan Desa Batu Putih, para pelaku bersembunyi di semak pinggir jalan. Setelah melihat lampu motor dari arah barat, mereka langsung menghadang dan memukul korban dengan menggunakan kayu.

“Korban langsung terjatuh dari sepeda motor namun sempat melakukan perlawanan,” jelas Kapolres.

Sayang korban kalah jumlah dan terjatuh pada saat perkelahian. Para pelaku menganiaya korban dengan kayu hingga ia meninggal dunia. Mereka kemudian membuang jasadnya ke jalan. Sementara sepeda motor korban oleh para pelaku dilarikan untuk dijual.

Berdasarkan hasil penyelidikan terhadap saksi-saksi dan alat bukti, petugas Polres Lobar mendapati informasi mengenai para pelaku. Petugas menerima informasi jika ada warga yang terlihat di lokasi sebelum kejadian berkaki pincang. Ciri-ciri itu mengarah ke Supriadi. Dari informasi tersebutlah kemudian didapati identitas pelaku. Hingga kemudian dilakukan penangkapan terhadap mereka satu per satu di kediamannya.

“Saat melakukan penangkapan beberapa dari mereka melakukan perlawanan sehingga dilumpuhkan,” jelas Bagus.

Setelah diinterogasi, diketahui ternyata Sahdan dan Supriyadi memiliki hubungan keluarga. “Mereka adalah mertua dan menantu,” jelas Kapolres.

Namun ditanya terkait alasannya melakukan pembegalan, Sahdan berkilah. “Saya tidak tahu kalau diajak mencuri. Saya baru pertama kali melakukannya,” kilah Sahdan kepada wartawan. Sepeda motor hasil curian disinyalir dijual kepada salah satu warga asal Suranadi. Warga tersebutpun kini diamankan di Polres Lobar.

Para pelaku kini di jerat dengan Pasal Pencurian dengan Kekerasan. Sesuai dengan Pasal 365 KUHP ayat (2) ke-1 dan ke-2, Ayat (3) dan Ayat (4) KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks