alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Jahat, 928 Batang Kayu Dijarah dari Hutan Gunung Tambora

MATARAM-Tim Dinas LHK membongkar dugaan penyelundupan kayu illegal di Lombok Timur (Lotim). Jumlahnya, 928 batang atau  99,5 kubik. ”Kita sudah lidik. Sekarang kasus itu sudah naik penyidikan,” kata Kasi Gakkum Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB Astan Wirya, kemarin (10/5).

Dari hasil penelusuran, ternyata kayu tersebut diangkut dari salah satu gudang milik UD DRM. Lokasi gudangnya berada di Nangatumpu, Manggelewa, Dompu. ”Kita sudah cek gudangnya,” bebernya.

Ternyata, UD DRM itu membeli barang dari para penebang liar. Setelah dilakukan lacak balak menguatkan bahwa kayu yang dikirim UD DRM itu merupakan hasil dari kawasan hutan Gunung Tambora RTK.53.

“Terdapat ketidaksesuaian fisik dan volume antara kayu yang diangkut dengan tonggaknya. Sehingga, disimpulkan kayu diambil secara tidak sah di kawasan hutan Tambora,” bebernya.

Menurutnya, diameter kayu Rajumas dan Kalimango yang ditanam warga di kebun miliknya tidak sesuai dengan yang dibawanya. Sementara kayu yang diangkutnya itu diameternya cukup besar dan jumlahnya cukup banyak. ”Untuk mengangkut kayu itu menggunakan enam truk. Dan diameternya cukup besar. Tidak mungkin kayu itu dari hasil kebun,” ujarnya.

Truk itu dikemudikan supir berinisial AL,RS, DK, SL, SK, dan YK . Mereka sudah dimintai keterangan. ”Kita belum tentukan tersangkanya. Karena, masih dalam proses pengembangan,” ujarnya.

Dari hasil penyidikan sementara, ditemukan pelaku melanggar pasal 83 ayat 1 huruf b juncto pasal 12 huruf e dan atau pasal 88 ayat 1 huruf a juncto pasal 16 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks