alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Pungli Bantuan Korona, Oknum Kadus di Desa Lenek Lotim Ditangkap Polisi

SELONG-Unit Tipikor Satreskrim Polres Lotim menangkap oknum salah seorang Kepala Dusun di  Desa Lenek Tengah, Kecamatan Lenek, kemarin (10/6). Pria berinisial H, 39 tahun itu diduga melakukan pungutan liar (pungli) pada warga penerima  dana BST Kemensos.

“Pelaku sudah melakukan pemotongan dana BST Kemensos terhadap 12 KK dari 18 KK yang mendapatkan bantuan tersebut di dusunnya,” kata Kasatreskrim Polres Lotim AKP Daniel P. Simangunsong, Rabu  (10/6).

H ditangkap di rumahnya di Desa Lenek Tengah saat sedang menerima uang Rp 100 ribu dari korban yang merupakan penerima dana BST. Kata Daniel, saat ditangkap, pihaknya menemukan H sedang mengantongi uang yang diduga merupakan hasil pungli Rp 1.050.000. “Jadi total yang sudah ia pungut sebesar Rp 1.150.000,” ungkap Daniel.

Menurut Daniel, jumlah dana BST Rp 600 ribu yang dipotong tersebut tidak tentu. Ada yang Rp 100 ribu, ada juga Rp 50 ribu. Jumlah tersebut bervariasi. Kata Daniel, jumlah tersebut sedang dalam penyelidikan lebih lanjut terhadap pelaku.

Berdasarkan keterangan beberapa saksi, pelaku melakukan aksinya sejak dari penyaluran BST tahap pertama. Adapun informasi mengenai pemotongan tersebut didapatkan dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti. Pelaku berdalih uang yang disunat tersebut akan diberikan kepada warga yang belum mendapatkan bantuan,” jelasnya.

Ditegaskan, apa yang dilakukan H tetap melanggar aturan. Apalagi berdasarkan keterangan saksi, H meminta uang tersebut dengan memberi ancaman. “Jika tidak memberikan, korban diberitahukan tidak akan mendapatkan bantuan,” terang Daniel.

Daniel menegaskan, di tengah pandemi covid-19, semestinya penyelenggara negara di tingkat terbawah membantu mensosialisasikan program pemerintah. Bukan sebaliknya mengambil keuntungan di balik hal tersebut. “Kalau ada warga yang belum dapat, hal itu bisa dilaporkan agar datanya diproses. Jadi bukan dengan cara seperti itu,” tegasnya.

Selain uang pungutan Rp 1.150.000, Satreskrim Polres Lotim juga mengamankan barang bukti lainnya berupa data penerima BST Kemensos Dusun Paok Pondong. Selain itu, ada juga rekap nama-nama penerima yang sudah dimintai pungutan. Ada juga data penerima bantuan pemerintah di dusun Paok Pondong.

Saat ini H berada di Mapolres Lotim. “Kita lanjutkan proses penyelidikan,” tandas Daniel. (tih/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks