alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Terdakwa Proyek Jamban Dituntut 16 Bulan

MATARAM-Dua terdakwa dugaan korupsi Proyek Jambanisasi desa Bayan, Lombok Utara Raden Kertawala dan Raden Wirahadi dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU). Juru Bicara PN Tipikor Mataram Fathurrauzi mengatakan, sidang penuntutan digelar, Senin (10/9). JPU telah menyerahkan salinan tuntutannya ke majelis hakim. ”Mereka dituntut setahun empat bulan penjara,” kata pria yang karib, kemarin (10/9).

Selain itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menuntut terdakwa denda Rp 50 juta. Apabila tidak dibayarkan diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Saat sidang tuntutan itu, kedua terdakwa menitipkan pengembalian kerugian negara dihapan majelis hakim. Besarnya Rp 50 juta. ”Mereka sama-sama mengeluarkan Rp 25 juta untuk mengganti kerugian negara,” ucapnya.

Para terdakwa juga dituntut membayar ganti kerugian negara yang belum terbayarkan. Totalnya Rp 72, 964 juta. Masing-masing terdakwa dibebankan membayar Rp 36,48 juta. Apabila tidak dibayarkan maka akan diganti pidana penjara selama empat bulan.

JPU menuntutnya menggunakan pasal 3 junto pasal 18 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor  31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dari dakwaan awal JPU,  terdakwa diduga mengurangi volume proyek pembangunan jambanisasi yang disalurkan untuk 545 warga di 13 Dusun di Desa Bayan. Anggaran proyek tersebut disalurkan dua tahap. Total anggarannya Rp 231,51 juta.

Dari total 545 target pembangunan jamban, sebanyak 88 diantaranya tidak selesai dibangun. Dalihnya, bahan tidak lengkap, ongkos pembuatan jamban tidak ada.

Tak hanya itu, sebanyak 47 warga sama sekali tidak menerima material bangunan. Mereka bekerjasama membuat pertanggungjawaban fiktif dengan melibatkan toko Bangunan UD Sinar Selatan.

Dari perhitungan inspektorat ditemukan selisih antara perencanaan dengan realisasi. Disimpulkan total,  kerugian negara sebesar Rp 152,9 juta. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks