alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Dalami Dugaan Korupsi Penyaluran BNPT, Polda NTB Klarifikasi Kadinsos Lombok Timur

MATARAM-Penyelidik Ditreskrimsus Polda NTB mulai mendalami dugaan korupsi proyek Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Lombok Timur (Lotim). Senin kemarin (11/1) mereka memanggil kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Lotim. ”Ya, pemanggilan itu sifatnya klarifikasi,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah.

Pemanggilan Kadinsos itu bagian dari proses penyelidikan. Karena saat ini kasus itu masih dalam proses pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengumpulan data (puldata). ”Kita masih klarifikasi saja,” kata Haris lagi.

Dalam laporan masyarakat, diduga ada mark up harga yang dilakukan agen dalam penyaluran BPNT. Mereka menjual sembako ke penerima manfaat tidak sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Tak hanya itu, diduga ada juga agen yang melakukan penjualan sendiri. Agen tersebut tidak pernah melakukan perjanjian kerja sama dengan Dinas Sosial sesuai dengan juklak juknis. Dari penjualan sendiri itu, agen yang tidak pernah menandatangani kerja sama tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dari situ penyelidik menelusuri berapa jumlah selisih kerugian negaranya.

Tidak hanya itu, ada juga laporan mengenai dugaan gratifikasi .Diduga, ada supplier yang dimintai uang Rp 650 juta agar mereka tetap menjadi supplier selama penyaluran BPNT berlangsung. “Kalau gratifikasi kita belum temukan. Masih pendalaman,” kata Haris.

Haris mengatakan, semua masih dalam pendalaman. Beberapa suplier dan agen sudah dipanggil. ”Masih ada beberapa saksi yang harus dipanggil lagi,” ujarnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks