alexametrics
Kamis, 11 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022

Polresta Mataram Bongkar Penjualan Sabu Metode Ranjau

MATARAM-Satresnarkoba Polresta Mataram membongkar modus penjualan yang dilakukan SM dan SR. Dua warga Karang Bagu, Cakranegara, itu menggunakan metode penjualan ranjau. Saat bertransaksi mereka tidak membawa sabu. Tetapi sabu diletakkan di sebuah tempat.

”Jika ada pembeli yang datang, mereka hanya menerima uang, dan pembelinya diminta mengambil sabu itu di tempat atau lokasi yang sudah ditentukan,” kata Kasatresnarkoba Polresta Mataram I Made Yogi Purusa Utama.

Sebelumnya beberapa kali SM, 41 tahun, dan SR, 57 tahun, lolos dari jeratan hukum. Karena polisi tidak menemukan barang bukti sabu saat menangkap keduanya.

”Barang bukti sabu itu disembunyikan dekat sawah, di bawah tumpukan seng bekas,” tutur Yogi.

Baca Juga :  Kasus Dana KUR Petani, Kajati NTB Minta Penyidik Dalami Peran PT ABB  

Polisi menemukan 26 poket sabu siap edar di antara tumpukan seng yang sudah berkarat itu. “Berat totalnya nya 16,07 gram,” sebut Yogi.

Polisi juga menemukan sejumlah plastik klip kosong, alat menggunakan sabu, dan uang tunai Rp 1,6 juta.

Saat ini SM dan SR kini sudah ditahan ke Mapolresta Mataram. Polisi masih melakukan pengembangan. ”Kita masih telusuri dari mana mereka mendapatkan barang  (sabu) tersebut,” ujarnya.

Keduanya dijerat pasal 114 dan atau pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman 20 tahun penjara.

SM merupakan residivis. Sejak keluar penjara sejak Juni 2021 lalu, dia mengajak SR, seorang pria tua, untuk menjual sabu. SR diupah Rp 10 ribu untuk penjualan per poket. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/