alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Lagi, Penjahat Kambuhan Ditembak

MATARAM-Herman, 36 tahun, residivis kasus pencurian ditembak Tim Resmob 701 Satreskrim Polres Mataram, kemarin (11/3). Herman kabur ketika hendak ditangkap setelah teridentifikasi mencuri motor di parkiran RS Biomedika.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, pencurian motor dilakukan Herman November 2018. Dia menggunakan kunci kontak asli untuk membawa kabur motor Honda Vario.

”Aksi pelaku terekam CCTV yang ada di RS,” kata Alam, kemarin.

Pencurian tidak dilakukan Herman seorang diri. Dia beraksi bersama rekannya berinisial TH. Peran keduanya berbeda-beda. TH bertugas mengambil kunci kontak asli milik korban. Kunci itu kemudian diserahkan kepada Herman.

Berbekal kunci kontak asli, Herman dengan mudah membawa kabur motor korban yang diparkir di areal belakang RS. Yang tidak diketahuinya, aksi pencurian tersebut terekam kamera pengawas milik RS Biomedika.

Alam mengatakan, dari rekaman CCTV tersebut, polisi akhirnya mengetahui pelaku pencurian. Setelah penyelidikan, kemarin, petugas melihat pelaku tengah berjalan kaki di Jalan Bung Karno, Kelurahan Pagesangan Timur.

Tim kemudian bergerak untuk melakukan penangkapan. Tetapi, Herman memilih untuk melawan upaya petugas dengan kabur ke arah bawah jembatan. Pilihan pelaku dibalas petugas dengan menembak kakinya.

”Kita sempat cek ke kampungnya, rumah pelaku, tapi yang bersangkutan menghilang,” terang Alam.

Lebih lanjut, setelah mengambil motor, Herman bersama TH menjual kendaraan curian tersebut kepada penadah berinisial MW. Motor kemudian ditebus MW dengan mahar sejumlah Rp 3,5 juta.

Uang penjualan motor digunakan pelaku untuk membeli satu unit handphone serta baju. Kedua barang tersebut berhasil diamankan tim Resmob 701 Satreskrim Polres Mataram ketika menangkap Herman.

Alam mengatakan, petugas masih melakukan pengejaran terhadap TH dan penadah MW. Mereka juga mencoba untuk mencari keberadaan motor yang dicuri pelaku.

”Pelaku lain kita tetap upayakan untuk ditangkap,” tandas Alam.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks