alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Beraksi di Mataram, Jambret Asal Bengkulu Ditembak Polisi

MATARAM-Otak pelaku penjambretan berinisial CDA ditembak polisi di kaki kanannya. ”Saat ditangkap, pelaku berusaha kabur dan tim mengambil tindakan,” klaim Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menjelaskan alasan penembakan, kemarin (11/3).

Pria asal Bengkulu itu memiliki jaringan untuk melakukan tindakan curas bersama empat rekannya. Mereka masing-masingf berinisial GA, MJ, PY, dan YF. ”GA dan MJ sudah kita tangkap terlebih dahulu. Sementara PY dan YF masih buron,” terangnya.

Mereka menyasar para nasabah bank yang baru selesai melakukan transaksi. CDA merupakan otak pelaku kejahatan ini. ”Mereka biasanya keliling ke beberapa bank. Dan mengincar para nasabah yang lengah usai transaksi keuangan,” jelasnya.

CDA menjalankan aksinya di Jalan Lalu Mesir, Babakan, Sandubaya, Mataram, 27 Februari lalu. Awalnya, korban bersama dengan anaknya datang ke Bank BCA. ”Korban hendak mengambil uang,” jelasnya.

Usai dari bank, korban pergi ke Hotel Puri Indah menggunakan mobil. Anak korban melihat ada yang sedang membuntutinya menggunakan sepeda motor. ”Dia menaruh tasnya di kamar hotel,” bebernya.

Selanjutnya, korban keluar lagi menjemput cucunya di sekolah TK Janpau. Turun dari mobil, tiba-tiba CDA datang menarik paksa tas korban. ”Sempat terjadi tarik-menarik antara pelaku dengan korban,” kata dia.

CDA yang cukup kuat menarik tas tersebut membuat korban terjatuh. Meski terjatuh korban masih tetap menggenggam tasnya. ”Sehingga korban terseret hingga ke jalan raya,” kata Artanto.

Anak korban sempat meminta tolong. Tetapi, korban dan anaknya didorong dan tas pun berhasil diambil pelaku. ”Akibat kejadian itu, pelaku mengalami patah tulang pada pergelangan tangan kanan, serta luka di beberapa bagian tubuhnya,” ujarnya.

Uang korban sebanyak Rp 614 ribu dan beberapa barang di dalamnya disikat pelaku. Dari perbuatannya, CDA dijerat pasal 365 ayat (1) dan ke (2) ke-1 KUHP. Ancaman hukuman 12 tahun penjara. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks