alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

BNN NTB Ungkap Modus Narapidana Jual Narkoba dari Dalam Penjara

MATARAM-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) belum bersih dari narkoba. Para penyalahguna masih bisa mencicipi barang haram itu dari dalam hotel prodeo tersebut.

”Dari situ kita ingin bentuk Lapas Bersinar (bersih dari narkoba),” kata Kepala BNN NTB Brigjen Pol I Gde Sugianyar Dwi Putra usai rapat koordinasi program pemberdayaan masyarakat instansi pemerintah di Hotel Aston Inn Mataram, kemarin (11/3).

Untuk menciptakan itu, perlu dukungan dari stakeholder. Terutama Kemenkumham yang membawahi lapas. ”Kita ajak Kemenkumham untuk membentuk Lapas Bersinar,” kata dia.

Tak hanya bisa mengonsumsi narkoba di dalam lapas. Dia mengakui, peredaran narkoba bisa dikendalikan dari dalam lapas. ”Bukan hanya lapas di NTB, hampir di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Beberapa kasus telah mengungkapkan pengendalian peredaran narkoba dari dalam lapas. Para pengedar yang ditangkap memiliki kaki tangan di luar lapas. ”Nah, itu yang harus diantisipasi oleh lapas. Perlu adanya strategi khusus untuk menghadapi itu,” tegasnya.

Sebenarnya, kasus pengendalian peredaran narkoba dari dalam lapas itu meski dirahasiakan. Tetapi, itu tidak bisa disembunyikan karena sudah menjadi rahasia umum. ”Kita mau sembunyikan karena masuk proses penyidikan. Tetapi, duluan terungkap di media,” kata dia.

Melalui program Lapas Bersinar itu bisa mendorong dan menekan penyalahgunaan narkoba maupun pengendalian peredaran narkoba di dalam lapas. Selain itu, para warga binaan penyalahguna narkoba meski direhabilitasi terlebih dahulu sebelum dikeluarkan dari lapas. ”Sehingga, para pelaku penyalahguna narkoba itu bisa lebih siap terjun ke masyarakat. Mereka itu harus lepas dari ketergantungan narkoba terlebih dahulu baru bisa bebas,” harapnya.

Saat ini ada 200 orang warga binaan penyalahguna narkoba yang bakal menjalani rehabilitasi. ”Mereka akan diberikan pelatihan dan pengobatan sebelum berbaur dengan masyarakat,” jelasnya.

Dari data BNN NTB, tahun lalu ada 1.250 orang yang menjalani rehab. Sementara target rehabilitasi tahun ini sebanyak 1.500 orang. ”Baik yang masuk kategori ringan, sedang, maupun berat,” bebernya.

Apalagi, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan aturan baru terkait dengan rehabilitasi penyalahguna narkoba. Sekarang untuk mendapatkan rehabilitasi gratis, penyalahguna harus membawa surat keterangan tidak mampu. ”Kalau rehab yang memiliki IPWL (Instansi Penerima Wajib Lapor) dibawah Kemenkes, seperti RSUD, pusksesmas,rumah sakit jiwa sekarang tidak bisa gratis lagi. Harus menunjukkan keterangan tidak mampu,” jelasnya.

Hanya di BNN yang masih dibiayai oleh negara. Semua pelayanan gratis bisa didapatkan di BNN kota dan provinsi. ”Tetapi, itu hanya sifatnya rawat jalan,” ujarnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks