alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Jaksa : Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika Bebas Dari Sengketa

MATARAM-Sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika masih dalam proses pengerjaan. Kejari Lombok Tengah (Loteng) memastikan lahan tersebut klir dari persoalan hukum. ”Kalau lahan sirkuit sudah tidak ada masalah lagi,” kata Kejari Loteng  Ely Rahmawati saat ditemui, kemarin (10/3).

Sebelumnya, memang ada persoalan. Masyarakat yang memiliki lahan belum mau melepas lahannya. ”Tetapi, dengan pendekatan yang dilakukan, masyarakat menyadari keberadaan sirkuit itu bisa menopang ekonomi NTB ke depannya,” ucapnya.

Saat ini, sirkuit tersebut masih dalam proses pengerjaan. Dipastikan akhir 2020 nanti sirkuit itu sudah jadi. ”Kita dan Kejati NTB juga mengawal pengerjaan proyeknya,” ujarnya.

Menurutnya, pekerjaan pembangunan sirkuit itu tidak ada permasalahan. Presisinya sudah jadi. ”Kalau tidak salah pengerjaan sirkuit MotoGP sudah mencapai 50 persen,” kata dia.

Saat ini, yang masih dalam proses hukum hanya persoalan lahan pendukungnya saja. Seperti, lokasi tempat pembangunan hotel dan sarana lainnya. ”Kalau lahan pendukungnya masih dalam proses. Itu ditangani pihak Datun Kejati NTB,” ujarnya.

Terpisah, Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan mengatakan, Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejati NTB menghadapi sejumlah  gugatan lahan di kawasan lahan PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Saat ini masih bersengketa di luar sirkuit tepatnya di atas lahan pembangunan Hotel Pullman dan lainnya. ”Saat ini masih proses di tingkat kasasi. Kasasinya juga belum turun,” terangnya.

Pada sengketa itu, tim kuasa hukum dari Datun menang di tingkat peradilan pertama. Tetapi, kalah pada saat banding. ”Sekarang masih proses kasasi,” ujarnya.(arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks