alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Warga Sandik Ditangkap, Sabu dan Ekstasi Rp 595 Juta Disita

MATARAM-Tersangka pengedar narkoba berinisial TZS alias GR gagal mengedarkan sabu ke Senggigi. Dia ditangkap Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB, Jumat (6/3) lalu sekitar pukul 22.00 Wita. ”Kita tangkap di rumahnya  BTN Sandik Baru, Dusun Aik Are, Gunung Sari, Lombok Barat (Lobar),” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, kemarin (10/3).

Dari informasi yang didapat, rumah pelaku sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba. Selanjutnya, tim melakukan penyelidikan. ”Tim Subdit II Ditresnarkoba menggerebek rumah pelaku,” jelasnya.

Dari hasil penggerebekan itu, tim mendapatkan barang bukti (BB) berupa empat poket sabu. Tiga diantaranya merupakan poketan besar yang beratnya masing-masing 102,09 gram, 102,19 gram, dan 92,18 gram.

Satu poketan kecil beratnya 0,90 gram. Rencananya, poketan kecil itu akan digunakan untuk dirinya sendiri. ”Total berat BB sabu 2,97 gram,” jelasnya.

Di rumah pria berusia 52 tahun itu, tim juga menemukan 150 butir pil ekstasi berwarna merah. Ditambah lagi bong sabu, timbangan digital, tiga buah handphone,  dua boks klip transparan, tujuh pipet kaca. ”Ada juga uang Rp 200 juta,” jelasnya.

Artanto menjelaskan, dari barang bukti narkoba yang disita itu ada sebanyak 1.340 anak bangsa yang diselamatkan. ”Kalau dikalkulasikan harga narkoba itu mencapai Rp 595.248.000,” bebernya.

Dari pengakuan pelaku, rencananya narkoba itu bakal diedarkan di wilayah Sengigi dan daerah lainnya. Dia mengedarkan ke Senggigi karena menjadi pasar potensial untuk narkoba. ”Maklum, kawasan Sengigi kan kawasan wisata, jadi potensial untuk mengedarkan narkoba,” ungkapnya.

Artanto enggan membeberkan dari mana TZS mendapatkan barang haram tersebut. Dari pengakuan sementara narkoba itu didatangkan dari Surabaya. ”Penyidik masih mendalami itu,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, TZS dijerat pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidananya paling singkat empat tahun dan maksimal 20 tahun. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks