alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Warga Sandik Ditangkap, Sabu dan Ekstasi Rp 595 Juta Disita

MATARAM-Tersangka pengedar narkoba berinisial TZS alias GR gagal mengedarkan sabu ke Senggigi. Dia ditangkap Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB, Jumat (6/3) lalu sekitar pukul 22.00 Wita. ”Kita tangkap di rumahnya  BTN Sandik Baru, Dusun Aik Are, Gunung Sari, Lombok Barat (Lobar),” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, kemarin (10/3).

Dari informasi yang didapat, rumah pelaku sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba. Selanjutnya, tim melakukan penyelidikan. ”Tim Subdit II Ditresnarkoba menggerebek rumah pelaku,” jelasnya.

Dari hasil penggerebekan itu, tim mendapatkan barang bukti (BB) berupa empat poket sabu. Tiga diantaranya merupakan poketan besar yang beratnya masing-masing 102,09 gram, 102,19 gram, dan 92,18 gram.

Baca Juga :  Polresta Mataram Gencarkan Patroli Sambang Keramaian 

Satu poketan kecil beratnya 0,90 gram. Rencananya, poketan kecil itu akan digunakan untuk dirinya sendiri. ”Total berat BB sabu 2,97 gram,” jelasnya.

Di rumah pria berusia 52 tahun itu, tim juga menemukan 150 butir pil ekstasi berwarna merah. Ditambah lagi bong sabu, timbangan digital, tiga buah handphone,  dua boks klip transparan, tujuh pipet kaca. ”Ada juga uang Rp 200 juta,” jelasnya.

Artanto menjelaskan, dari barang bukti narkoba yang disita itu ada sebanyak 1.340 anak bangsa yang diselamatkan. ”Kalau dikalkulasikan harga narkoba itu mencapai Rp 595.248.000,” bebernya.

Dari pengakuan pelaku, rencananya narkoba itu bakal diedarkan di wilayah Sengigi dan daerah lainnya. Dia mengedarkan ke Senggigi karena menjadi pasar potensial untuk narkoba. ”Maklum, kawasan Sengigi kan kawasan wisata, jadi potensial untuk mengedarkan narkoba,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polda NTB Terjunkan 2.500 Personel untuk Mengamankan MXGP Samota

Artanto enggan membeberkan dari mana TZS mendapatkan barang haram tersebut. Dari pengakuan sementara narkoba itu didatangkan dari Surabaya. ”Penyidik masih mendalami itu,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, TZS dijerat pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidananya paling singkat empat tahun dan maksimal 20 tahun. (arl/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/