alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Dihukum Lebih Berat, Mantan Kades Lingsar Siapkan Kasasi

MATARAM-Sahyan tak menerima vonis yang dijatuhkan hakim Pengadilan Tinggi (PT) NTB.  Kades Lingsar nonaktif yang terjerat korupsi dana CSR PDAM Giri Menang itu bakal melakukan upaya hukum kasasi. ”Ya, kita harus kasasi,” kata Bion Hidayat selaku penasihat hukum Sahyan, Senin (11/5/20).

Dia sudah menerima petikan putusan banding. Kliennya divonis lebih berat dibanding vonis pengadilan tingkat pertama. “Ya, vonisnya nambah menjadi satu tahun enam bulan,” bebernya.

Sebelumnya, hakim PN Tipikor Mataram memvonis Sahyan enam bulan 22 hari. Dengan vonis itu, Sahyan langsung bebas. Karena, telah menjalani masa hukumannya selama proses penyidikan hingga putusan hakim.

Tak hanya itu, hakim PT NTB juga membebankan kliennya mengganti kerugian negara lebih besar. Sebelumnya, hakim PN Tipikor membebankan kerugian negaranya hanya Rp 5 juta. “Tetapi hakim PT membebankan membayar kerugian negara Rp 159,25 juta,” bebernya.

Menurutnya, putusan PT NTB tak berdasarkan keadilan. Karena, kliennya itu sudah menggunakan dana CSR itu tepat sasarannya. ”Sudah terungkap di persidangan penggunaannya sudah tepat sesuai dengan MoU-nya,” ungkapnya.

Saat ini, Bion masih mempelajari putusan hakim PT NTB. Guna sebagai materi menyusun memori kasasi-nya untuk diserahkan ke Mahkamah Agung (MA). ”Kita masih proses penyusunan kalau memori kasasinya,” ucapnya.

Terpisah,  Kasi Pidsus Kejari Mataram Wayan Suryawan mengatakan, itu hak dari terdakwa untuk mengajukan kasasi. ”Silakan mengajukan,” kata Suryawan.

Terkait dengan pertimbangan hakim memvonis lebih berat itu bukan ranahnya untuk menjelaskan. Suryawan hanya memberikan pandangan hukum atas  unsur pasal korupsi yang menjerat Sahyan. ”Semua unsur pasalnya sudah terpenuhi. Hakim berpendapat sama,”  bebernya.

Sahyan menggunakan uang tersebut untuk akomodasi dalam menyalurkan dana CSR PDAM Giri Menang 2019 silam. Penyalurannya sudah diatur dalam MoU yang ditandatangani pihak PDAM dan Kades Lingsar.

Penggunaannya dialokasikan untuk beberapa program. Diantaranya, program lingkungan 40 persen, 30 persen untuk kegiatan ekonomi, dan 30 persen untuk kegiatan sosial.

Namun salahnya, dana CSR sejumlah Rp 160 juta itu ditransfer ke rekening pribadi. Serta dana tersebut digunakan tanpa melalui pembahasan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat. Sehingga, JPU berpendapat kerugian negaranya total loss. (arl/R2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks