alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Gugatannya Dikabulkan, Lahan di Tanjung Bias Sah Milik Ala Robin

MATARAM-Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mataram telah memutus perkara lahan di Pantai Tanjung Bias, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat (Lobar). Hakim Ketua Isrin Surya Kurniasih bersama hakim anggota Irlina dan Bul Bul Usman Resa Syukur mengabulkan sebagian gugatan pemilik lahan Ala Robin Sugih Mukti Ningsih.

”Ya benar, putusannya sudah ada. Sebagian petitum penggugat dikabulkan,” kata Juru Bicara PN Mataram Kelik Trimargo, Rabu (11/5).

Data SIPP (sistem informasi penelusuran perkara) PN Mataram, Ala Robin menggugat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Senteluk bersama kepala desa Senteluk, camat Batulayar, dan Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan. Majelis hakim memutus, lahan seluas 4.155 meter persegi itu sah milik Ala Robin.

Pada pokok perkara, Ala Robin selaku pemilik menyewakan lahannya ke BUMDes Senteluk seluas 2.652 meter persegi, dari total luas 4.155 meter persegi. Perjanjian sewa itu dibuat di Notaris Eti Susanti, 7 Oktober 2019.

Baca Juga :  Dua Tahun Gempa Berlalu, Masjid Kerandangan Lobar Butuh Bantuan

Namun, seiring berjalannya waktu pihak desa Senteluk melanggar isi perjanjian. Salah satunya, BUMDes menyewakan kembali lahan yang disewanya dari Ala Robin ke para pedagang. Pihak Pemdes Senteluk berdalih lahan itu adalah sempadan pantai. Merasa dirugikan, Ala Robin melayangkan gugatan.

Dalam amar putusan majelis hakim disebutkan, perbuatan yang dilakukan para tergugat adalah perbuatan melawan hukum yang merugikan penggugat. Tergugat harus menyerahkan lahan yang disewanya ke penggugat berdasarkan sertifikat hak milik Nomor 16 dengan surat ukur Nomor: 15/STK/2004 dengan total luas 4.155 meter persegi. Terakhir, majelis hakim memutuskan perjanjian sewa antara penggugat dengan pihak BUMDes Senteluk batal demi hukum atau tidak memiliki kekuatan hukum lagi.

Baca Juga :  Masih dalam Proses Gugatan, Petani Sembalun Cegah PT SKE Pasang Plang

Penasihat Hukum Ala Robin, Abdul Hanan mengatakan, majelis hakim PN Mataram telah memutus perkara tersebut secara objektif. Fakta di persidangan membuktikan lahan di Pantai Tanjung Bias itu milik kliennya. ”Pihak pemerintah desa Senteluk juga tidak bisa membantah SHM (milik Ala Robin) itu. Mereka mengakui lahan itu milik klien saya. Semua terkuak di persidangan,” kata Hanan.

Pihak BUMDes telah melanggar perjanjian yang telah dibuat bersama Ala Robin. Mereka menyewakan lahan tersebut ke para pedagang tanpa sepengetahuan pemilik lahan. ”Pihak BUMDes menyewakan lapak ke pedagang Rp 30 juta hingga Rp 50 juta per tahun,” jelasnya.

Terkait dalih Pemerintah Desa Senteluk yang menyatakan lahan tersebut adalah sempadan pantai, tidak mendasar. Itu telah dibuktikan di persidangan. ”Sudah jelas-jelas itu merupakan lahan milik klien kami berdasarkan SHM,” ujarnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/