alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

BNN NTB : 80 Persen Peredaran Narkoba Dikendalikan dari Penjara

MATARAM-Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB angkat bicara terkait terbongkarnya penyelundupan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram. ”Ini memang menjadi atensi kita bersama untuk memberantas narkoba di segala lini,” kata Kepala BNN NTB Brigjen Pol Gede Sugianyar, kemarin (11/6).

Pengendalian narkoba dari dalam Lapas sudah diketahui dari beberapa kasus yang diungkap BNN beberapa tahun terakhir. ”Tetapi, saat akan dikembangkan selalu terputus,” jelasnya.

Berdasarkan data, pengendalian narkoba sebagian besar berasal dari dalam Lapas. ”Hampir 80 persen pengendaliannya dari dalam Lapas. Data itu dikeluarkan dari rilis BNN pusat maupun dari Mabes Polri,” bebernya.

Pengungkapan oleh Tim Satnarkoba Polresta Mataram membuktikan kalau pengendalian peredaran narkoba dari dalam Lapas masih terjadi. ”Saya apresiasi tim Satnarkoba Polresta Mataram membongkar peredaran itu,” ujarnya.

Dia tidak menampik, peluang pengendalian narkoba dari dalam Lapas juga dipengaruhi faktor over kapasitasnya Lapas. Hampir di setiap Lapas over kapasitasnya mencapai 100 persen. ”Akibatnya, berdampak pada pengawasan yang kurang maksimal,” terangnya.

Jenderal bintang satu itu mengungkapkan, dari tersangka yang tertangkap oleh tim Satnarkoba Polresta Mataram ada juga napi yang menjadi incarannya. ”Tersangka yang ditangkap itu match dengan orang yang kita pantau dari hasil penyidikan,” bebernya.

Namun, Sugianyar enggan membeberkan, napi mana yang menjadi incarannya. ”Mereka yang tertangkap ini merupakan residivis,” terangnya.

Para pengedar narkoba dapat mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas karena adanya alat komunikasi. Mereka dapat menghubungi jaringannya untuk mengedarkan narkoba baik ke dalam maupun ke luar Lapas. ”Satu-satunya jalan untuk memutus jaringannya adalah memutus komunikasinya,” ujarnya.

Sugianyar mengatakan, peredaran narkoba di masa pandemi ini masih terus terjadi. Mereka sudah memiliki pasaran sendiri. ”Yang menjadi pasarannya adalah para pecandu,” kata Sugianyar.

Untuk itu, perlu adanya koordinasi dengan semua pihak untuk memberantas narkoba. Misalnya saja, untuk memberantas pengendalian narkoba atau peredarannya di dalam Lapas perlu koordinasi yang kuat dengan pihak Lapas. ”Kalau kami sudah berkoordinasi dengan pihak Lapas untuk itu,” bebernya.

Menurutnya, bukan hanya penindakan yang dilakukan, melainkan juga perlu adanya rehabilitasi. Karena, napi narkoba yang ada di dalam Lapas merupakan orang-orang pecandu. ”Mereka pasti tetap berupaya untuk mencari barangnya. Solusinya untuk menekan itu perlu adanya rehabilitasi,” ungkapnya.

Sebagai pengingat, pada operasi yang dilakukan tim Satnarkoba Polresta Mataram mengamankan sembilan orang termasuk satu sipir. Mereka membongkar penyelundupan narkoba yang keluar dari dalam Lapas dan narkoba yang akan masuk ke dalam Lapas.

Awalnya, tim meringkus dua pelaku berinsial S seorang tamping dan kurir berinisial A di areal parkir Lapas Mataram. Dari hasil penggeledahan, ditemukan sabu seberat Rp 6,80 gram.

Dari hasil interogasi ternyata barang itu didapatkan dari dalam Lapas. Pemiliknya seorang Napi berinisial G. Dari pengakuan G barang itu didapatkan dari Napi lain berinisial H.

Di saat yang bersamaan, tim juga membekuk seorang berinisial S. Dia diamankan di area parkir Lapas. Dari tangan S kita amankan sebanyak 0,94 gram.

Dari pengakuannya, S mengaku barang haram tersebut merupakan pesanan seseorang dari dalam Lapas. Yakni, seorang napi berinisial AZ.

Saat ini, penyidik sudah menetapkan tujuh tersangka dalam pengungkapan tersebut. Diantaranya, dua orang kurir, dua tahanan pendamping, dan tiga narapidana.  (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks