alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Kasus Naik Penyidikan, Dugaan Pembunuhan Mahasiswi Unram Semakin Kuat

MATARAM-Penyidik Polresta Mataram telah menyimpulkan hasil penyelidikan atas dugaan pembunuhan Linda Novita Sari (LNS) yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Mataram, Sabtu (26/7) lalu. ”Kita sudah naikkan status kasus itu ke penyidikan,” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto, Selasa (11/8).

Beberapa saksi sudah diperiksa. Awalnya, mereka diperiksa hanya sebatas interogasi yang dicantumkan dalam berita acara interogasi (BAI).

Sekarang saksi diperiksa berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP). ”Ya, sekarang sudah masuk BAP,” ujarnya.

Penyidik menduga, LNS dibunuh. Sementara ini, penyidik masih mengumpulkan bukti. ”Kita usut berdasarkan pasal 338 KUHP,” terangnya.

Pasal tersebut menerangkan mengenai pembunuhan. Unsurnya, barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun. ”Kalau pasal yang lain, nanti saja. Biarkan penyidik bekerja dulu,” kata Kapolresta Mataram.

Ketika ditanyakan mengenai calon tersangka, Kapolresta enggan menjawab. ”Sudah, tunggu saja. Nanti kita rilis. Intinya masih pendalaman,” kata Guntur  bergegas naik ke mobil dinasnya.

Dalam proses penyelidikan, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. Seperti, Rio pacar LNS; Titi  temannya korban,  kakak dan ibu kandung LNS.  ”Total ada sekitar 23 saksi yang diperiksa,” bebernya.

Ibu Linda Minta Polisi Usut Tuntas

Penyidik terus mendalami dugaan kasus pembunuhan Linda Novita Sari.  Ibu korban Hj Siti Akmal diperiksa penyidik, kemarin (11/8). ”Pemeriksaannya tak jauh beda dengan pemeriksaan sebelumnya. Ada 43 pertanyaan yang ditanyakan,” kata Siti Akmal usai diperiksa penyidik di Mapolresta Mataram, kemarin (11/8).

Yang ditanyakan mengenai keseharian dan sifat Linda. Juga ditanyakan mengenai perkenalannya dengan Rio dan Titi. ”Ya, saya ke penyidik kalu saya tahu dengan Rio,” bebernya.

Siti Akmal menceritakan, Rio pernah dua kali datang ke rumah.  Pada pertemuan pertama, dia datang ke rumahnya saat acara memasak. “Mereka goreng tahu dan ikan bersama rekan-rekannya yang lain,” terangnya.

Yang kedua, Rio datang ke rumahnya dua hari setelah lebaran Idul Fitri, Mei lalu. Dia datang sendiri. ”Saat itu, saya banyak bertanya ke Rio terkait identitas dan latar belakang keluarganya,” bebernya.

Rio merupakan anak anggota polisi aktif. Jabatannya, sebagai Kapolsek Sikur, Lombok Timur (Lotim). Ibunya juga seorang bidan. ”Saya rasa Rio adalah orang baik-baik. Karena kedua orang tuanya berlatarbelakang berpendidikan,” ujarnya.

Tetapi, semenjak mengenal Rio, sikap Linda mulai berubah. Terkadang saat pergi tak berpamitan. ”Ya, saya sebagai seorang Ibu memiliki feeling yang kuat kalau anaknya berubah,” kata perempuan yang pernah mengajar di SMAN 1 Mataram itu.

Tak hanya dengan Rio saja, saat mengenal Titi sikap Linda juga berubah. Terkadang pulang tanpa memberikan salam. ”Nyelonong saja masuk ke dalam kamar,” ujarnya.

“Seperti tidak memiliki sopan santun,” keluhnya.

Siti Akmal tidak percaya kalau anaknya meninggal karena bunuh diri. Anak bungsunya itu pasti dibunuh. ”Saya minta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini,” tegasnya.

Jika dibunuh, harus diketahui motifnya apa. ”Kok tega sekali membunuh anak saya,” keluh Siti Akmal sambil menahan air mata.

”Mudahan kasus ini segera terungkap. Agar almarhumah tenang di alam sana,” tutupnya.

Sebagai pengingat, Linda Novita Sari ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung di rumah pacarnya, Rio. Tepatnya di Perumahan Royal Mataram, Sabtu sore (25/7), sekitar pukul 16.30 Wita. Dia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh temannya bernama Titi. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks