alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Polresta Mataram Klarifikasi Suplier Proyek RTG Buwun Sejati Lobar

MATARAM-Polresta Mataram mendalami dugaan pemotongan dana bantuan gempa untuk rumah rusak ringan di Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar). Senin (11/10) penyelidik mengklarifikasi suplier proyek RTG berinisial Z.

Dia datang ke ruang penyelidik Unit Tipikor Satreskrim Polresta Mataram sekitar pukul 10.00 Wita, didampingi penasihat hukumnya Irpan Suriadiata. ”Ya, tadi kita hadir memberikan keterangan,” kata Irpan.

Dia mengatakan kliennya datang memenuhi panggilan penyelidik. Kliennya memberikan keterangan sesuai fakta dan data.

Kasus tersebut mulai diusut berdasarkan laporan masyarakat. Di Desa Buwun Sejati terdapat 10 kelompok masyarakat (pokmas). Masing-masing pokmas terdiri dari 18 hingga 20-an penerima. Per penerima mendapatkan bantuan Rp 10 juta.

Ada indikasi bantuan tersebut disunat. Masing-masing penerima tidak mendapatkan hak seluruhnya. Per penerima hanya mendapatkan Rp 6 juta.

Irpan menegaskan, tidak ada pemotongan dalam pembagian dana RTG tersebut. “Tidak ada pemotongan,” klaimnya.

Dia menjelaskan, kliennya hanya sebagai suplier yang menyalurkan bahan untuk perbaikan rumah rusak ringan. ”Ada juga dalam bentuk uang,” kata dia.

Penerima yang sudah memperbaiki rumahnya sendiri mendapatkan bantuan dalam bentuk uang. Karena ada beberapa masyarakat yang sudah memperbaiki rumahnya sendiri tanpa menggunakan dana bantuan gempa terlebih dahulu. “Nah, karena tidak dikirimkan barang, sehingga uang dari penerima itu dikembalikan sesuai dengan harga bahan yang dibeli saat melakukan perbaikan,” jelasnya.

Misalnya penerima hanya menghabiskan Rp 6 juta dalam perbaikan rumahnya, itu yang diganti oleh suplier. Agar sesuai dengan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggarannya. ”Antara pokmas dan suplier sudah memiliki perjanjian dalam proses pembayarannya. Teknis pembayaran dilakukan sesuai dengan termin,” bebernya.

Sampai saat ini proyek tersebut masih berjalan. Sehingga belum ada laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dana gempa tersebut. ”Ini kan belum ada temuan terkait penggunaan anggaran RTG itu,” kata dia.

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa membenarkan pemeriksaan tersebut. ”Sifatnya klarifikasi,” kata Kadek Adi.

Dia enggan membeberkan secara teknis mengenai penyelidikan dugaan pemotongan dana bantuan gempa tersebut. ”Nanti setelah selesai pemeriksaan baru saya jelaskan lebih rinci,” ujarnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks