alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Kasus Polisi Tembak Polisi: Dipecat, Bripka MN Ajukan Banding

MATARAM-Tersangka penembak polisi berinisial Bripka MN telah menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Keputusannya, polisi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek Wanasaba, Polres Lombok Timur (Lotim), itu dipecat tidak hormat.

Namun Bripka MN tidak terima dengan putusan tersebut. Dia telah mengajukan banding atas putusan sidang KKEP. ”Ya, tersangka lakukan banding atas putusan sidang etik,” kata Kabid Propam Polda NTB Kombes Pol Awan Hariono, Kamis (11/11).

Bidpropam Polda NTB menghargai upaya banding yang dilakukan. Karena itu haknya. ”Nanti tunggu hasil sidang bandingnya,” ujarnya.

Jika putusan Komisi Banding menguatkan hasil putusan sidang KKEP, proses pemecatan bakal dilakukan. Pemecatan akan dilakukan melalui mekanisme dan prosedur yang sudah ditetapkan. ”Kalau hasil banding sudah final baru kita akan lakukan proses pemecatannya,” kata dia.

Diketahui, Bripka MN terseret ke sidang KKEP atas tindakannya menembak rekannya sesama polisi Briptu HT. Peristiwa penembakan itu terjadi di rumah Briptu HT, kompleks Perumahan Griya Pesona Madani, Selong, Lotim, Senin (25/10) lalu.

Akibat tembakan tersebut, polisi yang bertugas di Seksi Humas Polres Lotim meninggal dunia. Peluru senjata V2 Sabhara yang digunakan Bripka MN menembus bagian dadanya. Ada indikasi, Bripka MN menembak Briptu HT karena cemburu, sebab istrinya kerap berhubungan melalui telepon dengan HT.

Kabid Hukum Polda NTB Kombes Pol Abdul Azas Siagian menambahkan, komisi banding sudah dibentuk. Sidang tinggal dilaksanakan. ”Sidang banding sudah siap,” kata Azas.

Komisi banding beranggotakan Bidang Hukum, Inspektorat, Bidang Propam, serta Biro SDM. Mereka nantinya bakal menguji permohonan banding dari Bripka MN. ”Kita kaji dari segi formil maupun materil,” kata dia.

Dia memastikan, komisi banding akan mempertimbangkan secara objektif sesuai ketentuan yang ada. ”Pasti objektif sidangnya. Tidak subjektif,” tegasnya.

Selain menjalani sidang etik, Bripka MN juga terjerat pidana. Dia disangkakan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Kini dia masih mendekam di sel tahanan Polres Lotim.

Munculnya indikasi pembunuhan berencana berdasarkan fakta Bripka MN yang sengaja mengambil senjata api jenis V2 Sabhara. Senjata itu diambil secara diam-diam di Mapolsek Wanasaba.

Dia mengambil senjata yang berisi peluru tajam, lalu bergegas ke rumah Briptu HT. Setibanya di sana langsung menembak Briptu HT yang baru selesai mandi. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks