alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Benih Jagung yang Disalurkan untuk Petani Lobar Ternyata Rusak

MATARAM-Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB terus melengkapi berkas penyidikan kasus pengadaan benih jagung tahun 2017. Selasa (12/1) mereka memeriksa Sekretaris Dinas Pertanian Lombok Barat (Lobar) Damayanti.

Mengenakan seragam PNS warna cokelat krem, Damayanti datang bersama dua stafnya. Mereka juga membawa dokumen. Dia diperiksa terkait penyaluran benih jagung dari rekanan ke kelompok tani di Lobar.

”Benihnya rusak semua,” kata Damayanti sambil berjalan keluar dari kantor Kejati NTB usai menjalani pemeriksaan.

Dia menjelaskan, Lobar mendapatkan bantuan benih jagung untuk areal tanam seluas 923 hektare. Benih jagung itu disalurkan untuk 46 kelompok tani. ”Sebelumnya kita mengajukan usulan CPCL (calon petani calon lahan) untuk luas areal tanam 1.000 hektare. Tetapi yang disetujui hanya untuk 923 hektare,” jelasnya.

Tetapi benih jagung yang diberikan ke kelompok tani tidak sesuai harapan. Benih jagung rusak dan gagal tanam. ”Semua rusak,” keluhnya.

Dia mengatakan, sempat ada penggantian benih. Tetapi tidak ada perubahan. Penggantinya juga rusak. “Akibatnya program tanam jagung tidak tercapai,” ungkap wanita berhijab ini.

Penggantian benih jagung dilakukan langsung oleh rekanan. Damayanti tidak mengetahui persis jumlah benih jagung yang diganti. ”Karena saat penggantian langsung diberikan ke petani,” ujarnya.

Diketahui total anggaran pengadaan benih jagung di NTB mencapai Rp 29 miliar. Pengadaannya dilakukan dua tahap. Tahap pertama dikerjakan PT SAM dengan kontrak Rp 17 miliar. Tahap kedua dikerjakan PT Wahana dengan anggaran Rp 12 miliar.

Pengadaan tersebut menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Itjen Kementerian Pertanian. Potensi kerugian negara pada tahap pertama mencapai Rp 7 miliar dan tahap kedua Rp 4 miliar.

Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan membenarkan adanya pemeriksaan Sekdis Pertanian Lobar tersebut. Menurutnya pemeriksaan itu untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Itu pemeriksaan sebagai saksi,” katanya.

Dedi mengatakan, masih ada beberapa saksi yang bakal dipanggil kembali. Karena Kajati NTB menginginkan kasus tersebut tuntas. ”Makanya perlu ada tambahan keterangan dari saksi,” ucapnya.

Pemeriksaan saksi masih akan terus berlanjut. Semua saksi yang berkaitan akan dipanggil untuk diperiksa. ”Mereka wajib hadir di setiap panggilan pemeriksaan,” kata Dedi. (arl/r1)

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks