alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Perkara Pungli Dana BLT di Desa Bukit Tinggi, Jaksa Layangkan Kasasi

MATARAM-Ahmad Muttakin belum benar-benar bebas dari perkara pungutan liar dana bantuan langsung tunai (BLT). Jaksa penuntut umum (JPU) akhirnya melayangkan kasasi atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Mataram yang memvonis bebas kepala desa non aktif Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, itu.

”Sudah kita kirim pernyataan kasasinya,” kata Kasi Pidsus Kejari Mataram I Wayan Suryawan, Selasa (12/1).

Pernyataan kasasi dilayangkan pekan lalu, sebelum jangka waktu pernyataan kasasi berakhir. Yakni tujuh hari setelah terdakwa divonis.

Saat ini tim JPU masih menyusun memori kasasi. Mereka memiliki waktu 14 hari untuk menyerahkan memori kasasi ke PN Tipikor. ”Memorinya (kasasi) masih kita susun,” jelasnya.

Sebelumnya, majelis hakim PN Tipikor Mataram yang diketuai Agung Prasetyo dengan hakim anggota Abadi dan Fathur Rauzi menjatuhkan vonis bebas terhadap Ahmad Muttakin, Selasa (5/1) lalu. Menurut majelis hakim, Muttakin tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi seperti yang didakwa JPU.

Pertimbangannya, warga yang dimintai pemotongan tidak ada yang keberatan. Sebab sudah ada kesepakatan sejak awal. Rencananya uang hasil pemotongan itu akan diberikan kepada warga lain yang tidak terdaftar mendapatkan BLT.

Terpisah, Juru Bicara PN Tipikor Mataram Fathur Rauzi membenarkan pihaknya sudah menerima pernyataan kasasi dari jaksa. ”Surat pernyataannya sudah kita sampaikan ke penasihat hukum terdakwa,” kata pria yang akrab disapa Ozi itu.

Saat ini, PN Tipikor masih menunggu memori kasasi dari jaksa. Begitu juga kontra memori kasasi dari penasihat hukum terdakwa. ”Kalau semua sudah terkumpul baru kita kirim ke Mahkmah Agung (MA),” kata dia.

Irfan Suryadiata, penasihat hukum Ahmad Muttakin mengatakan, kasasi itu adalah hak jaksa. ”Kita hormati upaya hukumnya,” kata Irfan.

Dia masih menunggu memori kasasi dari jaksa. Setelah itu pihaknya akan menelaah terlebih dahulu. ”Supaya kita bisa menyiapkan tanggapan atau kontra memori kasasinya,” kata dia.

Menurutnya, sesuai fakta di persidangan tidak ada satu pun saksi maupun bukti yang menguatkan dakwaan jaksa. ”Sehingga patut klien saya divonis bebas,” ujarnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks