alexametrics
Senin, 24 Januari 2022
Senin, 24 Januari 2022

Korban Perdagangan Orang ke Turki Bisa Bertambah

MATARAM-Penyidik Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB mendalami kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dilakukan SH, 47 tahun dan DH, 39 tahun. Apalagi korban berinisial LS mengaku bukan hanya dirinya yang dikirim ke Turki.

“Korban mengaku menemukan orang NTB yang lain di penampungan. Jumlahnya empat orang. Bisa jadi nanti korbannya bertambah,” kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati, Rabu (12/1).

Namun polisi masih mendalaminya. Apakah empat orang yang disebutkan LS itu memang menjadi korban.

Diberitakan sebelumnya SH dan DH ditangkap Polda NTB di Kedome, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, atas laporan LS. Wanita 19 tahun itu diberangkatkan dari NTB pada Juni 2021 lalu. Dia diberikan uang fit Rp 3 juta oleh tersangka.

Puja membeberkan, LS bukan hanya ditampung di wilayah Jakarta. Sebelum ke Jakarta dia ditampung di sebuah kota. “Saya tidak bisa sebutkan nama kotanya karena masih proses penyelidikan,” katanya.

Selama di penampungan, LS tidak mendapatkan pelatihan khusus. Padahal dia dijanjikan menjadi perawat orang lanjut usia. “Seharusnya walaupun sebagai pekerja merawat orang lanjut usia tetap harus mendapatkan pelatihan,” ujarnya.

SH mengirim korban tidak melalui perusahaan. Melainkan dikirim oleh perorangan yang notabene memiliki jaringan agen penyalur pekerja di Turki. “Pemodal atau sponsor dari SH memiliki jaringan hingga ke Turki sehingga bisa mengirim pekerja,” tuturnya.

Puja mengatakan, hasil pemeriksaan tersangka, muncul beberapa nama. Salah satunya pihak sponsor.

Dua wanita asal Keruak tersebut bisa kenal dengan pihak sponsor karena pernah menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural. Setelah tidak lagi menjadi PMI, SH menjadi perekrut. “Dia bekerja sama dengan penampung sekaligus sebagai pemodal dari Jakarta itu,” kata Puja.

SH bekerja sama dengan DH untuk mencari calon PMI. Terutama di wilayah Pulau Lombok. “Untuk menjalankan aksinya, SH diberikan modal oleh sponsor yang kini masih di Jakarta,” bebernya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks