alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Polda NTB Petakan Daerah Rawan Gangguan Pemilu

MATARAM-Polda NTB mengintensifkan pengamanan jelang pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) April nanti. Pemetaan daerah rawan juga dilakukan guna mencegah terjadinya gangguan dalam proses pemilu.

Kapolda NTB Irjen Pol Achmat Juri mengatakan, perencanaan mengenai pengamanan pemilu sudah dilakukan dari tahun lalu. Personel yang bertugas juga disesuaikan dengan setiap tahapan pemilu.

”Saat ini masuk tahapan kampanye, kita setting kekuatan per tahapan. Tiap hari kita laksanakan apel kesiapan dan evaluasi pengamanan,” kata Achmat, kemarin (11/2).

Untuk pengamanan pemilu, kepolisian tetap berkoordinasi dengan TNI serta pihak penyelenggara, seperti KPU. Konsolidasi juga dilakukan bersama dengan Bawaslu NTB guna antisipasi kerawanan selama proses tahapan pemilu.

Keterkaitan dengan Bawaslu mengenai potensi kerawanan terkait proses pemilu. Kapolda menyebut, potensi kerawanan terus update setiap harinya. Selain dari Bawaslu, internal Polda NTB juga melakukan pemetaan wilayah terkait potensi kerawanan.

”Acuan kita Bawaslu dan internal, berdasarkan tren terakhir,” sebut dia.

Menurut Achmat, situasi sosial kemasyarakatan menjelang pemilu sangat dinamis. Karena itu, jajarannya tidak mungkin bersandar pada data lama dalam melakukan pencegahan untuk kerawanan pemilu.

”Kita tetap jaga potensi kerawanan pada area hijau. Artinya, potensi rawan itu diusahakan tetap pada tataran potensi saja,” tuturnya.

”Sejauh ini, dari Januari sampai hari ini (kemarin,Red) memang gangguan kamtibmas berkurang, tapi kepolisian tetap waspada,” pungkas Achmat.

Sementara itu, dari hasil identifikasi yang dilakukan Bawaslu NTB, ada empat wilayah masuk kategori rawan. Antara lain, Lombok Timur (Lotim), Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Dompu. Kerawanan ini terkait teknis pemilu hingga konflik sosial.

Untuk Lotim, Bawaslu memasukkan sebagai wilayah rawan terkait teknis pemilu. Daerah di ujung timur Pulau Lombok ini berpotensi bergejolak untuk setiap tahapan pemilu, dari penetapan daftar pemilih hingga perhitungan suara.

Adapun tiga wilayah di Pulau Sumbawa, dari penilaian Bawaslu, rawan akan terjadinya konflik sosial. Menyikapi ini, Bawaslu bersama aparat keamanan telah menyusun langkah antisipasi agar konflik sosial tidak mempengaruhi pemilu.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks