alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Kapolda NTB : Penyelundupan Narkoba di Lapas Harus Diusut Tuntas

MATARAM-Satnarkoba Polresta Mataram membongkar penyelundupan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram, Senin (8/6) lalu. ”Saya apresiasi  keberhasilan anggota narkoba Polresta Mataram membongkar penyelundupan narkoba ke dalam Lapas,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, kemarin (12/6).

Dia mengatensi, penyidik harus membongkar secara mendetail. Siapa saja yang terlibat dalam penyelundupan tersebut. ”Usut tuntas penyelundupan narkoba di dalam Lapas,” tegasnya.

Melalui chat SMS  penyidik dapat membongkar jaringan mereka. Jika masih ada narapidana (Napi) lain yang ikut terlibat dan belum tersentuh, harus ikut terseret. ”Saya rasa insting seorang reserse pasti tajam. Kalau napi lain terlibat usut saja. Usut sampai tuntas,” pintanya.

Menurutnya, peredaran narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Mereka memiliki jaringan. ”Tindak pidana narkotika pasti ada ujungnya. Semua harus diusut,” tegasnya.

Polisi memiliki komitmen untuk memberantas narkoba di segala lini. Termasuk juga di dalam Lapas. ”Kalau memungkinkan kebutuhan penyidik melakukan penggeledahan di dalam Lapas. Geledah saja,” ungkapnya.

Namun, kata Iqbal harus melalui prosedurnya. Jangan melanggar prosedural yang sudah ada. ”Saya garis bawahi upaya paksa yang jelas dan tahapan-tahapan yang benar,” imbaunya.

Terkadang beberapa anggota juga melanggar protap yang sudah ditentukan. Tergantung kondisi di lapangan. ”Maklum anggota-anggota saya ini masih memiliki jiwa muda. Lebih cepat terpancing emosi,” bebernya.

Sebelumnya, pada saat proses penangkapan, terjadi insiden kecil antara polisi dengan petugas Lapas. Hal itu muncul karena adanya mis komunikasi saja. ”Tetapi, setelah dibicarakan, persoalan itu sudah tidak ada lagi,” terangnya.

Jenderal berbintang dua tersebut salah satu formula untuk menekan peredaran narkoba adalah penegakan hukum. Selain itu juga harus melakukan imbauan atau tindakan preventif. ”Untuk imbauan harus bekerjasama dengan stakeholder lainnya. Seperti BNN (Badan Narkotika Nasional), bahkan dengan Kemenkumham melalui Divisi Pemasyarakatan (Divpas) jika ada indikasi pengendalian peredaran narkoba dari dalam Lapas,” tegasnya.

Sebagai pengingat, pada operasi yang dilakukan tim Satnarkoba Polresta Mataram mengamankan sembilan orang termasuk satu sipir. Mereka membongkar penyelundupan narkoba yang keluar dari dalam Lapas dan narkoba yang akan masuk ke dalam Lapas.

Awalnya, tim meringkus dua pelaku berinsial S seorang tamping dan kurir berinisial A di areal parkir Lapas Mataram. Dari hasil penggeledahan, ditemukan sabu seberat Rp 6,80 gram.

Dari hasil interogasi ternyata barang itu didapatkan dari dalam Lapas. Pemiliknya seorang Napi berinisial G. Dari pengakuan G barang itu didapatkan dari Napi lain berinisial H.

Di saat yang bersamaan, tim juga membekuk seorang berinisial S. Dia diamankan di area parkir Lapas. Dari tangan S kita amankan sebanyak 0,94 gram.

Dari pengakuannya, S mengaku barang haram tersebut merupakan pesanan seseorang dari dalam Lapas. Yakni, seorang napi berinisial AZ.

Saat ini, penyidik sudah menetapkan tujuh tersangka dalam pengungkapan tersebut. Diantaranya, dua orang kurir, dua tahanan pendamping, dan tiga narapidana.  (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks