alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Transaksi di Dasan Agung Penjual dan Pembeli Sabu Diringkus Polisi

MATARAM–Terduga pengedar narkoba  berinisial MH dibekuk Tim Satnarkoba Polresta Mataram, Rabu sore (10/6). Dia diringkus  saat akan bertransaksi dengan tiga orang berinisial MMI, YHP, dan WM.

”Transaksinya di sekitar, Jalan Gunung Baru, Dasan Agung, Mataram,” kata Wakapolresta Mataram AKBP Erwin Suwondo, Jumat (12/6).

MH ini merupakan residivis pengedar narkoba. Dia baru beberapa bulan keluar dari penjara. ”Dia ini berulah lagi menjual narkoba,” jelasnya.

Sedangkan MMI, YHP, dan WM merupakan kurirnya. Mereka biasanya mengambil barang di MH. ”Mereka ini satu jaringan,” jelasnya.

Dari hasil penggerebekan di salah satu rumah di Dasan Agung, didapatkan 19 poket sabu. Lima diantaranya merupakan poketan besar.  ”Total beratnya 23,9 gram,” jelasnya.

Tak hanya itu, dari tangan MH juga didapatkan dua pil ekstasi. Pil “haram” itu ditemukan di dalam bungkus rokok miliknya. ”Berat bruto 0,94 gram,” ungkapnya.

Ditambah lagi, di kantong celana keempat jaringan narkoba itu ditemukan uang Rp 6,5 juta. ”Diduga uang tersebut merupakan hasil penjualan narkoba,” terangnya.

Dari hasil tes urine, mereka semua dinyatakan positif. ”Selain sebagai pengedar mereka juga sebagai pengguna,” ujarnya.

Tim masih terus mengembangkan kasus tersebut. Dari mana mereka mendapatkan barang  haram tersebut. ”Kita belum tahu pasti asal barang itu didapatkan. Semua masih dalam pengembangan,” kata dia.

Dari perbuatannya, keempat orang tersebut dijerat pasal 112 dan atau pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimal empat tahun penjara. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks