alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Kejati NTB Percepat Penanganan Kasus Penjualan Aset Lobar di Lingsar

MATARAM-Penanganan kasus penjualan aset Pemkab Lombok Barat (Lobar) di Dusun Punikan, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, dikebut. ”Kita siapkan untuk perhitungan kerugian negaranya,” kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, Minggu (13/6/2021).

Perhitungan kerugian negaranya bakal sejalan dengan pemeriksaan sejumlah saksi. Itu untuk mempercepat penyusunan berkas penyidikannya. ”Sekarang kan sudah naik penyidikan. Artinya, penyidik sudah memegang minimal dua alat bukti. Tinggal unsur korupsinya disempurnakan,” jelasnya.

Dalam kasus tersebut, lahan Pemkab Lobar seluas 6,97 hektare mulanya disewa warga berinisial GHK dengan harga Rp 4 juta per tahun. Tahun 2017, muncul seseorang berinisial IW mengklaim lahan tersebut merupakan milik ayahnya. IW melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Mataram. Tetapi, gugatan IW dinyatakan NO atau tidak diterima di PN Mataram. Selanjutnya, IW melayangkan banding dan dinyatakan menang.

Baca Juga :  Dugaan Kredit Fiktif Bank NTB, Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara

Diduga gugatan itu hanya menjadi modus untuk menguasai lahan Pemkab Lobar. IW meminta GHK untuk tidak melayangkan kasasi dan dijanjikan diberikan lahan.

Atas dasar putusan Pengadilan Tinggi NTB, IW menjual lahan tersebut seharga Rp 6,9 miliar ke seseorang. ”Hasil penjualan itu bakal masuk ke dalam perhitungan kerugian negara. Tetapi, belum tentu nilai pembayaran itu dapat menjadi kerugian negara. Bisa saja lebih,” kata Dedi.

Karena ada juga setoran macet. Seharusnya, setoran itu masuk ke kas daerah, tetapi selama beberapa tahun sejak lahan tersebut berperkara tidak pernah menerima uang sewa. ”Nanti dilihat kapan terakhir penyetorannya. Itu juga bisa jadi masuk kerugian negara,” terangnya.

Baca Juga :  Sengketa Pemkab Lobar vs STIE AMM, Kejati NTB Turun Tangan

Belum lagi dilihat dari penjualan hasil tumbuhan di atas lahan. Beberapa buah dan kayunya sudah dijual. “Itu juga bisa jadi bahan perhitungan kerugian negara. Makanya nanti saja, tim masih bekerja,” kata dia. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/